Pengunjung Sidang Diawasi Ketat

Buntut Kolonel Tusuk Hakim

Pengunjung Sidang Diawasi Ketat

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2005 14:55 WIB
Jakarta - Kisah penusukan Kolonel Irfan terhadap hakim Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo Achmad Taufiq, menyisakan luka bagi jajaran hakim. Pengunjung sidang pun bakal diperiksa superketat."Korps hakim merasa disakiti oleh peristiwa itu. Siapa yang menyangka bahwa di Pengadilan Agama bisa terjadi peristiwa seperti ini, seorang hakim dibunuh ketika tengah menjalankan tugas," kata Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan.Hal ini disampaikan dia di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2005). Menurut Bagir, tindakan Kolonel Irfan di luar perkiraan semua pihak. "Pengadilan Agama kan biasa mengurus kepentingn keluarga. Kita harus belajar dari peristiwa ini. Kesedihan ini adalah kesedihan kita semua," ujarnya. Bagir menyatakan pengamanan di ruang sidang akan diperketat."Kami akan sungguh-sungguh melaksanakan peraturan di ruang sidang. Sebelum masuk ke ruang sidang pengunjung tidak boleh membawa senjata tajam," kata dia.Di pengadilan, jelas dia, perlu dilakukan pemeriksaan dengan detektor logam. "Ada 700 pengadilan di Indonesia nanti kita akan lihat pengadilan mana yang akan diprioritaskan," urai Bagir."Kita akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian tetapi itu akan kita lihat berdasarkan kasusnya. Sedangkan, penambahan personel keamanan internal atau satpam tergantung perekrutan pegawai baru di lingkungan pengadilan," sambungnya.Kolonel (laut) Irfan menusuk hingga tewas Eka Suhartini dan Achmad Taufiq usai pembacaan putusan sidang perebutan harta gono gini di Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Rabu (21/9/2005) lalu. Irfan merasa tidak puas atas putusan hakim. (aan/)


Berita Terkait