DetikNews
Selasa 19 Maret 2019, 20:22 WIB

5 Pembajak Mobil Tangki Pertamina ke Depan Istana Ditahan Polisi

Samsuduha Wildansyah - detikNews
5 Pembajak Mobil Tangki Pertamina ke Depan Istana Ditahan Polisi Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polisi menetapkan 5 tersangka pembajakan mobil tangki Pertamina yang dibawa ke tengah massa aksi di depan Istana, Jakpus. Kelimanya saat ini ditahan polisi.

"Oh iya sudah kami tahan di Polda Metro Jaya," kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam saat dihubungi detikcom, Selasa (19/3/2019).

Kelima tersangka itu adalah Nuratmo, Mulyana, TK, WH dan AN. Nuratmo diketahui merupakan Ketua Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT).

"Mereka ini awalnya pekerja di PT Pertamina Patra Niaga, kemudian dipecat dan saat ini bekerja sebagai tenaga outsourcing di PT GUN," jelas Ade Ary.

Kelima tersangka ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara yang dipimpin oleh AKBP Handik Zusen, Kompol Malvino Edward Yusticia dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara pada Senin (18/3) malam di kawasan Jakut.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saat ini pihaknya masih mengejar 12 pelaku lainnya yang terlibat dalam pembajakan mobil tangki Pertamina.



"Ya total 12 (DPO), kemungkinan bisa bertambah tergantung perkembangan hasil penyidikan," kata Argo.

Argo menyebutkan, pembajakan ini diotaki oleh Nuranto dan AS (DPO). Mereka merencanakan aksi pembajakan sejak H-1 sebelum pelaksanaan demo pada Senin (18/3).

Pada Senin (18/3) pagi, mereka membagi dua kelompok yakni di dekat pintu tol Ancol dan di depan Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka kemudian mengadang mobil tangki yang hendak masuk tol, lalu membawanya ke Monas dan menjadikannya sebagai alat peraga.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan kemudian mengamankan mobil tangki itu pada saat massa melakukan demo.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed