detikNews
Selasa 19 Maret 2019, 19:24 WIB

Pemkab Serang Anggarkan Rp 2,6 M untuk Bangun dan Rehab Ponpes

Nabilla Nufianty Putri - detikNews
Pemkab Serang Anggarkan Rp 2,6 M untuk Bangun dan Rehab Ponpes Foto: Dok. Pemkab Serang
Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyalurkan anggaran cukup besar di bidang keagamaan. Untuk membangun dan merehabilitasi pondok pesantren (ponpes) telah dianggarkan dana sebesar Rp 2,6 miliar dari APBD Kabupaten Serang.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan program bidang keagamaan merupakan salah satu prioritas Pemkab Serang. Ia yakin, melalui pembangunan bidang keagamaan, maka generasi Kabupaten Serang akan punya karakter dan akhlak yang baik.

"Program bidang keagamaan, salah satu upaya membentuk karakter sumber daya manusia Kabupaten Serang yang berakhlak dan berintegritas," kata Tatu, dalam keterangan tertulis, Senin (18/3/2019).

Usai membuka MTQ Kabupaten Serang di Kecamatan Anyer, Tatu mengatakan akan memberikan bantuan pembangunan atau rehabilitasi 13 ponpes dengan total anggaran sebesar Rp 2,6 miliar.


"Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2018, yang telah dibantu pembangunan sebanyak 5 pondok pesantren," pungkasnya.

Pemkab Serang juga memberikan beasiswa bagi hafiz Alquran atau penghafal Alquran untuk 125 siswa tingkat sekolah dasar dan 87 siswa tingkat sekolah menengah pertama dengan total anggaran sebesar Rp 174,5 juta.

Sebanyak 8.629 guru ngaji juga mendapat insentif dengan total anggaran Rp 8,629 miliar. Selanjutnya insentif untuk 1.165 guru TPQ total anggarannya Rp 1,165 miliar, serta insentif untuk 6.190 guru Madrasah Diniyah Awaliyah total anggaran sebesar Rp 9.682.398.000.

Sementara hibah bidang keagamaan mulai dari bantuan untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), ponpes, yayasan, madrasah, hingga dewan kesejahteraan masjid, Pemkab Serang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3.458.485.000.

"Kami tengah merencanakan pembangunan Islamic Centre Syaikh Nawawi Albantani di Kecamatan Tanara, semoga segera terealisasi. Akan menjadi pusat kajian kitab kuning pertama di Indonesia," ungkapnya.


Menurut Tatu, sejumlah program tersebut masih belum maksimal sebab APBD Kabupaten Serang terbatas. Selain itu banyak program kebutuhan dasar lainnya yang harus terus diprioritaskan.

"Terutama pembangunan infrastruktur jalan yang akan kami targetkan hingga tahun 2021, insyaallah semua kewenangan jalan Kabupaten Serang sepanjang 601,13 kilometer dalam kondisi dibeton atau dalam kondisi mantap," tuturnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy sependapat bahwa pembangunan bidang keagamaan harus menjadi prioritas seluruh daerah di Banten.

"Kami juga, Pemerintah Provinsi Banten sudah merampungkan revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten. Akan menjadi kebanggaan sekaligus destinasi wisata religi terbaik di Provinsi Banten," ungkapnya.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com