Ditolak RSUD Pasar Rebo, Warniti Datangi RSPI Sulianti

Ditolak RSUD Pasar Rebo, Warniti Datangi RSPI Sulianti

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2005 14:27 WIB
Jakarta - Warniti (67) hanya bisa pasrah saat ia ditolak mentah-mentah oleh RSUD Pasar Rebo. Keinginannya memeriksakan darah di rumah sakit itu urung dilakukan. Padahal, ia masih terbayang-bayang 18 ekor ayamnya yang mati mendadak."Sudah seminggu ini 18 ayam saya mati mendadak berturut-turut. Makanya begitu kena flu saya langsung berangkat ke Puskesmas," kata Warniti saat ditemui di ruang tunggu RSPI Sulianti Saroso, Jalan Sunter Baru, Jakarta Utara, Jumat (23/9/2005).Warniti yang ditemani dua putrinya mengaku tidak tahu apa penyebab ayam-ayamnya bisa mati mendadak. "Tapi karena saya dengar-dengar wabah flu burung, saya jadi takut dan langsung berobat," ungkap Warniti yang mengaku terkena flu sejak Kamis, kemarin.Warga Desa Sukatani, Cimanggis, Depok itu langsung menceritakan kondisi ayam peliharaannya kepada dokter Puskesmas yang memeriksanya. Tanpa membuang waktu, dokter tersebut lalu menyarankannya untuk memeriksakan diri ke RSUD Pasar Rebo.Berbekal surat pengantar dari dokter Puskesmas tersebut, ia langsung menuju ke RSUD Pasar Rebo. Sayangnya, ketika menyampaikan keperluannya di bagian administratif rumah sakit tersebut, petugas langsung menolaknya."Alasannya di sana (RSUD Pasar Rebo) tidak ada alat dan obatnya. Petugas malah menyuruh saya ke RSPI Sulianti Saroso yang jaraknya cukup jauh dari rumah saya," kata Warniti.Meski flu, Warniti mengaku tidak mengalami demam sama sekali. Warniti menuturkan, seiring usianya yang semakin lanjut, ia memang gampang terserang penyakit flu, pilek atau sesak nafas."Dulu sewaktu belum ada wabah flu burung, saya tidak terlalu khawatir, tapi karena ada wabah ini ditambah ayam saya mati mendadak saya jadi ketakutan," ungkapnya.Warniti yang tiba di RSPI sekitar pukul 13.00 WIB, hingga pukul 14.00 WIB masih menunggu giliran pemeriksaan darahnya. (umi/)


Berita Terkait