Hewan Piaraan Mega di Kebagusan Diimunisasi & Disemprot
Jumat, 23 Sep 2005 12:33 WIB
Jakarta - Flu burung tak hanya membuat takut rakyat kecil. Mantan Presiden Megawati pun mewaspadai virus mematikan tersebut. Terlebih lagi salah satu rumah Mega berada di Kebagusan, tak jauh dari Kebun Binatang Ragunan yang beberapa unggas koleksinya dinyatakan positif flu burung.Seperti tak ingin kecolongan, Ketua Umum PDIP itu segera memerintahkan agar hewan piaraan di rumahnya di Kebagusan diimunisasi dan disemprot. Perintah itu turun berbarengan dengan penutupan Kebun Binatang Ragunan, Senin, 19 September 2005 lalu."Berbarengan penutupan Ragunan, kita mendapat instruksi dari Teuku Umar agar hewan di Kebagusan diimunisasi," kata Kepala Rumah Tangga kediaman Mega di Kebagusan, Haji Tukimin saat ditemui detikcom, Jumat (23/9/2005). Sehari-hari Mega berada di rumahnya yang di Teuku Umar. Rumah di Kebagusan biasanya hanya didatangi jika Mega ingin berkebun dan ingin menengok hewan piaraan kesayangannya.Di lahan seluas satu hektar lebih itu, Mega mempunyai puluhan hewan piaraan, mulai dari unggas, anjing sampai ikan. Untuk jenis unggas, mantan presiden itu memelihara 15 ekor bebek, 5 ekor angsa, 1 burung kakatua, 2 burung beo, 3 burung nuri, 10 ekor ayam dan puluhan burung dara. Mega juga memiliki 9 anjing yang terdiri dari 7 anjing bali dan 2 anjing adof.Dokter hewan Safor, dokter langganan Mega telah mengimunisasi sebagian besar hewan itu pada 20 September 2005. Imunisasi dilakukan pada anjing, kakatua dan beo. Sementara pada bebek, angsa, ayam dan nuri akan dilakukan penyemprotan. Untuk penyemprotan itu, tiga petugas dari Terminix, perusahaan yang bergerak dalam pemberantasan hama, mendatangi rumah Mega. Mereka tiba di rumah yang berdiri di Kebagusan III, RT 04/06, itu sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (23/9/2005). Sambil membawa alat ukur, para petugas itu kemudian melakukan survei dan mengukur lokasi-lokasi yang akan disemprot. Mereka menyurvei kandang-kandang piaraan sampai masuk ke dalam rumah. Mereka juga mengukur luas kandang dan luas kolam ikan yang akan disemprot.Setelah setengah jam menyurvei dan mengukur, para petugas pemberantas hama itu pun meninggalkan rumah Mega. Mereka akan segera melakukan penyemprotan setelah mendapatkan hasil survei. Kepala Rumah Tangga kediaman Mega di Kebagusan, Haji Tukimin menegaskan, keluarga Mega tidak panik atas meluasnya virus flu burung. "Kami hanya siap-siap saja," katanya.
(iy/)











































