Antusias Lihat Soeharto, 150-an Warga Dapat Senyum & Dadah
Jumat, 23 Sep 2005 12:13 WIB
Yogyakarta -
Kharisma Soeharto belum pudar benar. Saat berziarah ke makam ayah dan ibunya, sekitar 150 warga masih antusias melihat penguasa Orde Baru ini. Senyum dan lambaian tangan khas Soeharto pun mereka dapatkan.Ziarah dilakukan Soeharto menjelang bulan puasa. Kamis kemarin dia sudah berziarah ke makam istrinya, Tien Soeharto. Jumat (23/9/2005) ini, Soeharto mengawali acara ziarah dengan terlebih dulu ke makam ibunya, Ny Sukirah di makam Gunung Pule, Desa Kemusuk, Bantul.Soeharto tiba di lokasi pukul 09.30 WIB dengan menumpang Toyota Alphard warna biru metalik dengan nomor polisi B 8575 C. Tampak pula dalam rombongan itu Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut) dan Mamiek.Kedatangan Soeharto di lokasi ini mendapat sambutan dari sekitar 50 warga yang kebanyakan kaum ibu. Jumlah ini kemudian terus bertambah hingga sekitar 150 warga Meski antusias, warga berusaha bersikap tertib saat melihat Soeharto turun dari mobil.Wajah Soeharto terlihat cerah dengan busana batik warna hijau, celana panjang hitam, peci hitam. Sebuah tongkat pun digenggamnya.Soeharto langsung disambut adiknya, Noto Suwito. Saat menaiki 30 anak tangga, penguasa Indonesia selama hampir 32 tahun ini ini terlihat berjalan pelan dan dipapah oleh seorang pengawalnya.Setelah nyekar di makam ibunya, Soeharto menuruni anak dengan kembali dipapah. Namun kali ini dipapah oleh keponakannya, Aryo Winoto.Soeharto kemudian melanjutkan ziarah ke makam ayahnya, Noto, di makam Kepoh, sekitar 1 km dari lokasi makam ibunya. Dia tiba di makam Kepoh sekitar pukul 10.30 WIB. Noto semasa hidupnya merupakan seorang ulu-ulu atau pengurus irigasi di Desa Argomulyo.Di makam Kepoh, pria 87 tahun ini melakukan tabur bunga selama 20 menit. Usai berziarah, Soeharto langsung beristirahat di rumah adiknya, Noto Suwito, yang terletak di sebelah selatan makam Kepoh, atau 10 meter dari makam, atau yang terletak dalam satu kompleks dengan rumah Noto.Saat meninggalkan lokasi makam dan hendak memasuki mobil, Soeharto melambaikan tangan kirinya dan menyunggingkan senyum ke arah kerumunan warga. Spontan warga pun membalasnya dengan hangat. Dadah...
(ary/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































