Konpers 5 Menteri Soal BBM Direcoki KSPSI Jacob Nuwa Wea
Jumat, 23 Sep 2005 11:28 WIB
Jakarta - Berbagai cara dilakukan untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sekitar 50 pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Jacob Nuwa Wea memilih merecoki jalannya konferensi pers 5 menteri di Kantor Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.Peristiwa yang tidak diduga oleh para menteri ini terjadi pada Jumat (23/9/3005) pukul 09.15 WIB, lima belas menit setelah acara dimulai. Saat itu, Menteri Perekonomian Aburizal Bakrie tengah menjelaskan kebijakan pemerintah mengenai rencana kenaikan harga BBM. Tiba-tiba terjadi kegaduhan di barisan belakang para wartawan. Suara gaduh tersebut saling bersahutan, satu sama lain saling menimpali dan terdengar suara-suara yang mengatakan menolak kenaikan harga BBM. Suara tersebut lama-lama semakin keras.Bertambah gaduh, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Fahmi Idris selaku tuan rumah langsung angkat bicara. "Mohon kepada semua yang hadir untuk saling menghormati, untuk wartawan jangan hilir mudik,"kata Fahmi Idris. Barisan menteri di depan yang terdiri dari Menko Perekonomian Aburizal Bakri, Menakertrans Fahmi Idris, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu dan Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja tampaknya tidak tahu kalo di barisan belakang bukan wartawan, melainkan para buruh.Usai Fahmi Idris menenangkan situasi, salah seorang pengurus KSPSI berdiri dan langsung mengambil mikrofon. Setelah mengenalkan diri, Adin Retriadi, perwakilan DPP KSPSI menyampaikan permintaan tidak akan keluar sebelum membacakan pernyataan sikap. Setelah diperbolehkan kelima menteri, Adin membacakan pernyataan sikapnya. Dalam pernyataannya, KSPSI menilai kenaikan harga BBM dan TDL telah berakibat naiknya kebutuhan hidup masyarakat kaum pekerja, maupun industri barang dan jasa yang mengakibatkan PHK.Untuk itu, KSPSI menolak dan menentang kebijakan menaikkan harga BBM dan TDL. Di akhir membacakan pernyataan sikap, Adin menyebut nama Ketua Jacob Nuwa Wea sebagai Ketua KSPSI. Namun, Jacob tak tampak dalam aksi ini. Setelah membacakan pernyataan sikapnya, puluhan pengurus KSPSI keluar ruangan. Di luar ruangan tempat konferensi pers, mereka pun melanjutkan aksinya. Hingga pukul 11.00 WIB, aksi masih berlanjut.
(jon/)











































