DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 18:53 WIB

Bos Geng Motor Penusuk Pria di Daan Mogot Arahkan Anggota Agar Sadis di Jalan

Rolando - detikNews
Bos Geng Motor Penusuk Pria di Daan Mogot Arahkan Anggota Agar Sadis di Jalan (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Tim Polres Jakarta Barat menembak mati MM alias TL (26), selaku bos dari geng motor Gabungan Bocah Rese (Gabores) yang menusuk IS di Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk. TL berperan untuk merekrut anak-anak agar bergabung Gabores.

"Ini yang menjadi tokoh kemudian yang merekrut dari pada anak-anak ini adalah tersangka atau DPO yang kita lakukan tindakan tegas tadi pagi. Beberapa TKP, bahkan keterangannya, jika dia (anak-anak) tidak melakukan (kejahatan) maka akan dipukuli. Sehingga yang membentuk karakter merek adalah pelaku yang dewasa yang saat ini kita lakukan tindakan tegas," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Sitepu di Mapolres Jakbar, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Senin (18/3/2019).


Bos Geng Motor Penusuk Pria di Daan Mogot Arahkan Anggota Agar Sadis di JalanFoto: Rolando/detikcom


Kepada anggotanya, TL kerap memberikan arahan agar bersikap sadis di jalan. Setiap kali beraksi, mereka juga mengkonsumsi narkoba untuk menambah keberanian.

"Ini mereka selalu berkumpul, sering dikasih arahan agar mereka bisa bersikap sadis ketika jalan (beraksi). Sebelum beraksi, mereka ini mengisap ganja, cek urine juga seperti itu. Ada juga benzo, narkoba ini agar mereka berhalusinasi, dari keterangan kemarin ahlinya. Bahwa untuk ketika mereka melakukan (kejahatan) mereka seolah-olah mereka pahlawan bagi kelompoknya. Begitu juga kalo mereka minum tramadol akan menambah keberanian mereka sehingga bisa sadis saat mereka melakukan aksinya," ujar dia.



Edy mengatakan geng motor Gabores ini sudah beberapa kali beraksi membegal warga. Mereka akan melakukan penusukan jika korban melakukan perlawanan.

"Ini beberapa kejadian yang kita ungkap. Kemudian juga Ada sepeda motor yang digunakan kemarin itu juga di TKP Kembangan. Jadi Mereka ini (pelaku) meskipun korbannya ada di depan, itu mereka berani, mereka tidak segan-segan dengan korban. Mereka akan menusuk korbannya ketika ada perlawanan dari korban," ujar dia.


Bos Geng Motor Penusuk Pria di Daan Mogot Arahkan Anggota Agar Sadis di JalanFoto: Rolando/detikcom


Dia menjelaskan total pelaku penusukan pria di Daan Mogot ini berjumlah 5 orang. Beberapa pelaku yang masih anak-anak akan diproses hukum sesuai dengan UU Perlindungan Anak.

"Kemudian juga terhadap 3 pelaku anak kita sedang berproses menggunakan UU Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Anak. Pasal disangkakan pasal 338 tentang pembunuhan dan pasal 365 ayat 3 tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman pidana 15 tahun penjara," jelas Edy.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPAI Putu Elvina mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap sejumlah pelaku yang masih anak-anak. KPAI ingin memastikan pelaku diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dengan ditangkapnya dua orang ini, saya harap lanjutannya adalah sesuai tugas KPAI melakukan pengawasan terkait bagaimana 4 anak ini bisa menjalani proses peradilan pidana sesuai UU. Saya yakin ancaman mereka karena pidananya mereka cukup serius, maka ancaman akan tinggi. Kita tahu ancaman maksimal untuk anak yang berhadapan dengan hukum, yaitu maksimal 10 tahun. Tapi nanti tentu saja dipersidang kita pantau sampai upaya rehabilitasi mereka di lapas anak dilakukan seperti apa," ujarnya.

Dia juga meminta semua pihak untuk mencegah agar anak-anak tidak terlibat dalam geng motor. Elvina mengatakan peran orang tua sangat penting dalam pencegahan tersebut.

"Maka KPAI akan meminta pemda terutama pemerintah Jakarta Barat untuk melakukan pencegahan, terutama pelibatan orang tua untuk melakukan kontrol bersama terhadap anak yang putus sekolah, anak yang terlibat geng motor, anak yang terpengaruh narkoba. 3 golongan anak ini rentan untuk dipengaruhi kejahatan serius baik oleh kelompok anak atau kelompok dewasa. Karena ancaman anak serengah dari orang dewasa, maka anak-anak rentan dengan kejahatan yang serius. KPAI akan terus memantau kasus ini, memastikan pihak yang bertanggung jawab pembinaan, pendidikan, sama-sama untuk berkoordinasi," bebernya.




(knv/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed