"Soal dana riset dan dana abadi kebudayaan, sebetulnya kan kalau dana riset sendiri kan sekarang sudah ada. Tinggal nanti akan ditambah menjadi 100 triliun, demikian pula dengan dana abadi pendidikan," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, di posko Cemara, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).
Ace mengatakan program utama Jokowi selama ini adalah pembangunan infrastruktur. Hal itu berbeda dengan rencana Jokowi selanjutnya yang akan mengutamakan pembangunan SDM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pergeseran program itu, kata Ace, alokasi anggaran juga berubah. Dana yang selama ini ditujukan untuk infrastruktur akan dialihkan ke pembangunan SDM.
"Oleh karena itu, nanti politik anggaran untuk 5 tahun ke depan itu jelas juga akan menitikberatkan kepada pengembangan SDM. Dengan sendirinya di alokasi kalau selama ini anggaran lebih besar ditujukan untuk infrastruktur itu nanti akan dialihkan pada pengembangan sumber daya manusia," paparnya.
"Jadi sumber dananya tetap berasal dari APBN dengan soal politik anggaran yang lebih menekankan pada SDM," imbuhnya.
Gerindra, yang merupakan pengusung utama Prabowo-Sandiaga sebelumnya mempertanyakan sumber dana abadi kebudayaan yang disampaikan Ma'ruf dalam debat.
"Sumbernya dari mana? Kalau dana abadi haji itu kan sumbernya dari jemaah haji dikumpulkan, dan itu akan jatuh ke calon jemaah haji sekian tahun mendatang. Tapi kalau dana abadi kebudayaan dari mana sumbernya?" kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (17/3/2019).
Tonton juga video Jelang Debat, #DebatCawapres2019 Jadi Trending Topic:
Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini
(abw/dhn)











































