Puluhan Ayam Mati Mendadak di Dekat Rumah Mega

Puluhan Ayam Mati Mendadak di Dekat Rumah Mega

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2005 11:00 WIB
Jakarta - Mayoritas tetangga AM, pedagang asongan Ragunan yang diduga terjangkit flu burung memelihara ayam. Puluhan ayam itu pun mati mendadak.Asmawi (60) mengaku sebanyak 51 ayam miliknya mati tiba-tiba sejak Agustus 2005. "Lagi main tiba-tiba ngejengker langsung mati. Jenggernya warnanya item, ayamnye langsung kaku. Beda dengan penyakit Tetelo. Sekarang ayam saya tinggal seekor itu pun itik," kata Asmawi. Keluhan ini disampaikan Asmawi kepada detikcom di kediamannya di Kebagusan III, RT 04/06, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2005). Rumah Asmawi berjarak 100 meter dari rumah AM.Kampung rumah AM ini cukup dekat dengan rumah pribadi mantan Presiden Megawati, kira-kira 1 KM. Rumah Mega beralamatkan di RT 10/04 nomor 45 Kebagusan. Menurut dia, bangkai ayamnya yang mati tidak dibakar melainkan dikubur seperti biasa. "Kami nggak pernah dapat penyuluhan. Nggak ada yang nyemprot atau nyuntik," ujar Asmawi.Kematian ayam-ayam peliharaan ini juga terjadi pada Agustus 2004 lalu. "Kalau misalnya satu orang punya 50 ekor, tahun kemarin yang mati jumlahnya pasti ribuan. Tetapi tidak ada satu pun petugas yang ke sini sekali pun dari kelurahan," ungkap Asnawi.Meski demikian, Asmawi mengaku tidak takut tertular virus flu burung. "Kita sih makan ayam seperti biasa," imbuhnya.Muhamad Amin, (59) juga mengalami nasib serupa. Puluhan ayam peliharaannya mati mendadak. "Kita sih nggak takut ketularan flu burung. Pasrah aja saya mah cuma orang kecil," kata Amin yang rumahnya berjarak 100 meter dari pasien AM.Selain ayam, belasan bebek pun juga mati secara tiba-tiba. Misalnya, ternak bebek milik Jaang yang mati sekitar 15 ekor.AM Sering Kasih Makan Burung BeoAM, pedagang asongan di Ragunan yang diduga terjangkit flu burung ternyata pencinta burung. Dia kerap memberi makan burung Beo dan Kaswari di Ragunan."Suami saya kadang memberi makan burung Beo dan burung Kaswari di Ragunan. Kadang ngobrol sama burung Beo dan istirahat di situ karena burung Beo pintar bicaranya," kata Siti Masitoh, istri AM.Dia menilai pemerintah lambat memberikan sosialisasi. "Kita tidak mengerti apa-apa, di sini tiap rumah rata-rata punya kandang ayam. Bulan lalu ada saja yang mati," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jalan Kebagusan. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads