DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 15:55 WIB

FKUB Minta Peningkatan Status Hukum ke Jokowi agar Dapat Dana APBN

Ray Jordan - detikNews
FKUB Minta Peningkatan Status Hukum ke Jokowi agar Dapat Dana APBN Momen pertemuan Jokowi dengan FKUB di Istana Bogor (Ray Jordan/detikcom)
Bogor - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) meminta peningkatan status hukum organisasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan peningkatan status hukum, anggaran FKUB bisa dialokasikan dalam APBN.

Ketum Asosiasi FKUB Ida Panglisir Agung Putra Sukahet mengatakan permintaan peningkatan status hukum ini merupakan hasil Konferensi Nasional FKUB yang digelar pada 1-3 Maret 2019 di Makassar. Mereka meminta agar FKUB diberi fasilitas untuk meningkatkan kinerja.

"Hasil konferensi itu, yang pertama, supaya kami lebih bisa difasilitasi dan bisa lebih meningkatkan kinerja kami untuk merawat kerukunan ini yang sebenarnya adalah lumayan berat," kata Ida Panglisir seusai pertemuan FKUB dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (18/3/2019).




Ida Panglisir menyebut FKUB selalu bekerja keras untuk merawat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. FKUB meminta agar peningkatan status hukum ini bisa dilakukan berdasarkan peraturan presiden (perpres).

"Kami selalu bekerja, kami mohon dukungan, sehingga kami memohon agar peraturan bersama menteri yang selama ini mendasari Mendagri dan Menag yang mendasari pembentukan FKUB ditingkatkan status hukumnya menjadi perpres," katanya.

Dikatakan tokoh agama di Bali tersebut, permintaan itu disambut baik oleh Jokowi. Bahkan permintaan itu katanya sudah diproses.

"Kami sangat bersyukur jawaban dari Presiden, Mensesneg, Menag kompak, sudah diproses menjadi peraturan presiden nanti. Yang nanti dananya dari APBN, kemudian pemerintah daerah gubernur, wali kota, bupati tetap melakukan kewajibannya menambah kekurangan-kekurangan sesuai dengan kebutuhan FKUB setempat," jelas Ida.




Dalam pertemuan dengan Jokowi itu, FKUB juga melaporkan akan melaksanakan Konferensi Nasional pada 2020. Diharapkan Jokowi bisa membuka dan memberikan pengarahan dalam konferensi yang akan digelar di Manado itu.

"Kami juga memohon Bapak Presiden bisa membuka dan memberikan pengarahan konferensi ke-6 di Manado. Yang lain adalah bagaimana kita selalu menjaga kerukunan ini. Kita siap mengamalkan melaksanakan pemilu, aman, damai, rukun," ujar Ida Panglisir.

"Beda pilihan boleh, beda partai boleh, tapi kita selalu bersatu, rukun, dalam semangat persaudaraan dan semangat cinta kasih sesama bangsa. Pemilu ini kita harus tetap rukun. Kita laksanakan dengan penuh iktikad kebaikan, kesadaran untuk menyukseskan pemilu ini adalah kewajiban moral kita, apalagi sebagai tokoh-tokoh agama," imbuhnya.

Ida menambahkan, FKUB mendukung penuh pelaksanaan pemilu yang aman dan damai. "Sehingga Presiden, menteri, bupati, wali kota, gubernur bisa membangun bangsa ini lebih baik," katanya.
(jor/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed