DetikNews
Senin 18 Maret 2019, 10:30 WIB

Pria Ngaku Teroris karena Tak Mau Ditilang Diduga Alami Gangguan Jiwa

Samsuduha Wildansyah - detikNews
Pria Ngaku Teroris karena Tak Mau Ditilang Diduga Alami Gangguan Jiwa Foto: dok.istimewa
Tangerang Selatan - Seorang pria di Tangerang Selatan mengaku sebagai teroris anak buah Amrozi karena tidak terima ketika akan ditilang polisi. Setelah diperiksa polisi, pria tersebut rupanya mengalami gangguan jiwa.

"Identitas yang bersangkutan adalah Ahmad Sahudin alias Bored (32)," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Ahmad Yurikho dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (18/3/2019).

Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Salah satunya dari orang tua Bored yang menyatakan bahwa anaknya itu mengalami gangguan jiwa.

"Terduga pelanggar ternyata pengidap penyakit gangguan kejiwaan skizofernia paranoid (treatment resistance) yang dikuatkan dengan keterangan surat rujuk balik dari RS Dr Marzoeki Mahdi Bogor, Jawa Barat," Jelas Alex.

Menurut keterangan keluarga, Bored mengalami gangguan jiwa sejak bercerai dengan istrinya.



"Keterangan dari keluarga terduga pelanggar bahwa terduga pelanggar mulai terindikasi mengidap penyakit jiwa setelah perceraian yang bersangkutan dengan istrinya saudari M pada April 2018," sambungnya.

Bored sebelumnya diamankan polisi di traffic light German Center, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Kamis (14/3). Bored saat itu mengendarai motor tanpa memakai helm dan motornya tidak dipasangi pelat nomor bagian belakang.

"Motor tersebut adalah milik saudara Fajri yang merupakan kakak tertua dari yang bersangkutan dan digunakan tanpa izin kakaknya, dia saat itu memakai motor karena mau mengantarkan HP ke kakaknya," sambungnya.

Karena melanggar aturan lalu lintas, polantas saat itu langsung menegurnya. Akan tetapi, Bored malah mengamuk dan menyebut dirinya adalah seorang teroris.







(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed