Kejagung Belum Mau Bawa Soeharto ke Pengadilan, Meski Sehat
Jumat, 23 Sep 2005 08:05 WIB
Jakarta -
Kendati telah beberapa kali mantan Presiden Soeharto terlihat sehat di muka publik, ternyata Kejagung masih enggan untuk meneruskan perkaranya ke pengadilan. Alasannya selalu sama, Kejagung masih menunggu kesembuhan mantan penguasa Orde Baru ini.Alasan inilah yang kembali dikemukakan oleh Kapuspenkum Kejaksaan Agung Soehandojo saat dihubungi detikcom Jumat (23/9/2005) pagi. "Keputusan MA kan sudah jelas, Soeharto harus disembuhkan dulu," kata pria kurus yang Senin pekan depan nanti akan dilantik menjadi Kajati Banten ini.Kejagung saat ini hanya bergantung pada keputusan dokter untuk membawanya ke pengadilan agar dapat diadili dalam kasus korupsi di 7 yayasan yang merugikan negara Rp 1,3 triliun itu. "Tanggung jawabnya kan beda, kejaksaan pada yuridisnya sedangkan dokter pada laporan medisnya," tukas Soehandojo.Mantan Wakajati Sumbar ini menyatakan, pihak Kejagung belum berencana untuk melakukan pemeriksaan medis ulang lagi terhadap Soeharto setelah tersangka kasus korupsi ini terlihat sehat di Solo saat nyekar di kuburan istrinya. "Kita percayakan pemeriksaan terdahulu mereka, dokter itu puluhan jumlahnya. Masak kita nggak percaya sih," ujar Soehandojo.Soeharto hingga kini belum pernah menyentuh lantai pengadilan, meskipun berkas perkaranya sudah sampai ke PN Jakarta Selatan. Ketua PN Jaksel yang juga ketua majelis hakimnya Lalu Mariyun, mengembalikan berkas perkara itu ke kejaksaan dengan alasan Soeharto masih sakit dan tak bisa dihadapkan ke pengadilan. Dalam perjalanannya Soeharto tampak terlihat sehat dalam beberapa acara sehingga kejaksaan didesak untuk memeriksa kesehatan Soeharto.Dan saat diperiksa oleh tim dokter yang dibentuk kejaksaan selalu saja Soeharto terlihat sakit dan mengalami gangguan syaraf serta dinyatakan sakit permanen. Setelah pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada tahun 2003, setelah itu hingga kini Soeharto belum pernah diperiksa dokter kembali. Bahkan laporan bulanan yang biasa diberikan tim dokter dan dipublikasikan, saat ini tidak pernah terdengar lagi.
(mar/)










































