Ma'ruf Janjikan Badan Riset Nasional, Apa Bedanya dengan Dewan Riset Nasional?

ADVERTISEMENT

Cek Fakta Debat Cawapres

Ma'ruf Janjikan Badan Riset Nasional, Apa Bedanya dengan Dewan Riset Nasional?

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 17 Mar 2019 21:39 WIB
Ma'ruf Amin (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menjanjikan pembentukan Badan Riset Nasional (BRN). Menurut Ma'ruf, badan itu akan memaksimalkan hasil riset nantinya dan menyatukan lembaga-lembaga riset di Indonesia.

"Akan kami bentuk Badan Riset Nasional," ucap Ma'ruf di panggung debat di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

"Bukan nambah lembaga, tapi mengefisienkan lembaga, menyatukan lembaga yang ada di satu lembaga yang menangani riset," imbuhnya.


Indonesia sendiri saat ini sudah memiliki Dewan Riset Nasional (DRN). Dikutip dari situs DRN, lembaga nonstruktural bentukan pemerintah itu mulanya bernama Tim Perumus Program Program Utama Nasional Riset dan Teknologi (TIM PEPUNAS RISTEK).

DRN dibentuk untuk membina dan mengembangkan iptek secara terarah dan terpadu. Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2002, tugas DRN adalah merumuskan arah, prioritas utama, dan kerangka kebijakan pemerintah di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek.


DRN sendiri selama ini sudah merumuskan dokumen rencana induk riset nasional (RIRN) yang juga disinggung Ma'ruf. Namun DRN merupakan lembaga independen yang terpisah dari lembaga riset lainnya. Hal itulah yang membuat DRN berbeda dengan BRN yang akan dibentuk oleh Ma'ruf.

"Untuk mendukung menteri dalam merumuskan arah, prioritas utama dan kerangka kebijakan pemerintah di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek, pemerintah membentuk DRN yang beranggotakan masyarakat dari unsur kelembagaan iptek," dikutip dari Pasal 19 ayat 2 UU Nomor 18 Tahun 2002.


Simak Juga "Ma'ruf Bakal Perbanyak Kursus, Sandi Pamer Rumah Siap Kerja":

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT