DetikNews
Minggu 17 Maret 2019, 19:45 WIB

Guru Agama Islam di Semarang Dukung Jokowi dan Tolak Paham Khilafah

Tia Reisha - detikNews
Guru Agama Islam di Semarang Dukung Jokowi dan Tolak Paham Khilafah Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Ribuan orang yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Semarang dan siswa-siswi Rohani Islam (Rohis) SMA-SMK se-Kota Semarang berkumpul dan menyatakan menolak paham khilafah di Indonesia.

Tak hanya itu, mereka pun dengan tegas menyatakan diri mendukung kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia. Perwakilan AGPAII dan Dina Al Hida, M. Rofi'i, sebagai perwakilan Rohis SMA Kota Semarang memimpin pembacaan deklarasi yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

"Kami DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Kota Semarang dan Rohis SMA-SMK Kota Semarang, mendukung penuh kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo dan menolak sistem negara khilafah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI Harga Mati," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/3/2019).


Bertempat di Taman Budaya Raden Saleh, Kota Semarang, deklarasi tersebut mendapatkan dukungan dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Hendi, sapaan akrabnya, yang hadir dalam kesempatan tersebut pun mengapresiasi sikap guru pendidikan agama Islam berserta murid Rohis dari seluruh Kota Semarang itu.

"Alhamdulillah, tadi seluruh guru pendidikan agama Islam dan Rohis se-Kota Semarang menyampaikan menolak Indonesia dijadikan negara khilafah. Ya inilah NKRI. Kita sudah memutuskan dari zaman kemerdekaan kalau dasar negara kita Pancasila," ujar Hendi.


Ia juga menyebutkan deklarasi tersebut penting sebagai sebuah penegasan Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil 'Alamin, yakni membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua. "Pesan saya cuma satu, jangan sampai agama kita ini, agama Islam, dipakai oleh kelompok tertentu untuk bisa menyebarkan paham Islam yang keras," tegasnya.

"Ini penting. Agama Islam adalah agama yang penuh rahmat, dengan sesama harus saling menghargai dan menghormati. Sehingga peran guru pendidikan agama Islam sangat strategis untuk membentuk diri anak-anak yang penuh iman dan takwa, serta cinta bangga kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Hendi.

Di sisi lain, kepada para guru agama Islam dan pelajar Rohis di Kota Semarang, Hendi meminta untuk bergerak bersama memerangi hoax yang beredar di masyarakat dan dapat berpotensi memecah belah bangsa, terlebih menjelang pemilu yang akan jatuh pada 17 April 2019 mendatang.

Hendi juga mengajak para guru agama Islam dan Rohis Kota Semarang untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi pascainsiden penembakan di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) kemarin.

"Kita ikut berduka pastinya, prihatin karena pelaku diduga membabi buta karena benci dengan kelompok atau agama. Jadi di sini saya minta saudaraku, guru agama dan adik-adik Rohis untuk tidak terprovokasi atau memberikan informasi pemahaman yang salah kepada saudara kita yang lain," pungkasnya.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed