Sebagian Pasien Flu Burung di RSPI Pernah Kunjungi Ragunan
Jumat, 23 Sep 2005 07:10 WIB
Jakarta - Total angka pasien diduga terkena flu burung yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Sunter berjumlah 17 orang. Sebagian besar pasien yang dirawat, belakangan ternyata diketahui pernah mengunjungi Kebun Binatang Ragunan beberapa hari sebelumnya.Salah satu pasien yang pernah pergi ke Ragunan adalah Elisabeth Evita (1,5) yang masuk RSPI setelah dirujuk dari RS Pantai Indah Kapuk. Elisabeth masuk RSPI dengan gejala flu, pilek, batuk dan sesak nafas. Ayah pasien, Hermawan mengaku Elisabeth dengan neneknya dan ibunya serta beberapa anggota keluarga lainnya berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan. Nenek korban bernama Kunnio juga menyampaikan hal yang sama. "Saya takut karena sekarang ada berita flu burung di Ragunan kemarin. Makanya kita sih nurut saja ketika dokter di RS Pantai Indah Kapuk bilang harus dirujuk ke sini," ujarnya.Korban flu burung yang pernah berkunjung ke Ragunan lainnya adalah Muji Rahayu (26) yang dirujuk RS Hermina di Plumpang. Muji hari Minggu lalu sempat berkunjung ke Ragunan juga.Korban flu burung yang pernah pergi ke Ragunan diketahui juga bernama Yenina (10) dan Alfa Pratama (1,5). Kedunya datang ke RSPI, karena rujukan RS lain dan tercatat pernah berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan beberapa hari sebelumnya. Selain itu, Ani Setyorini yang merupakan petugas Kebun Binatang Ragunan dan Abdul Muntalib yang sehari-hari berdagang di Kebun Binatang Ragunan, juga dirujuk ke RS ini.Kebun Binatang Ragunan (KBR) pada Senin 19 September 2005 lalu ditutup selama 21 hari. Penutupan itu dilakukan setelah 19 unggas dinyatakan positif membawa virus flu burung.Setelah penutupan itu, para mantan pengunjung KBR berduyun-duyun memeriksakan diri ke RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Jumlah total yang memeriksakan kesehatannya ke RSPI pada awal penutupan mencapai 115 orang.Para mantan pengunjung KBR ini memeriksakan kesehatannya bukan hanya karena panik. Tetapi, 115 mantan pengunjung Taman Margasatwa Jakarta itu memang mengakui kesahatannya tidak stabil. Rata-rata dari mereka mengalami gejala demam. Namun dari 115 pengunjung Ragunan yang memeriksa kesehatannya itu tak satupun yang kemudian dirawat sebagai pasien flu burung.
(mar/)











































