DetikNews
Minggu 17 Maret 2019, 11:35 WIB

Kilas Balik Performa Ma'ruf Amin dan Sandiaga Saat Debat Perdana

Tim detikcom - detikNews
Kilas Balik Performa Maruf Amin dan Sandiaga Saat Debat Perdana Momen kebersamaan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. (Foto: Instagram @sandiuno)
Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno akan saling adu gagasan dalam debat Pilpres 2019 sesi ketiga yang digelar malam ini. Sebelum mengikuti debat malam ini, keduanya pernah menyampaikan gagasannya dalam debat perdana yang mengangkat tema hukum, HAM, terorisme, dan korupsi.

Debat perdana tepatnya digelar pada 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Ma'ruf dan Sandiaga saling berbagi peran dengan calon presiden masing-masing, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto menjawab pertanyaan seputar debat.


Malam nanti, Ma'ruf dan Sandiaga tidak berbagi peran dengan Jokowi dan Prabowo untuk menjawab isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Sebelum debat cawapres digelar, bagaimana performa Ma'ruf dan Sandiaga pada debat perdana?

Ma'ruf Amin

1. Bicara Program Deradikalisasi

Ma'ruf menilai program deradikalisasi harus dilakukan dengan memetakan penyebab masuknya paham radikal. Ia menyebut perlu penanganan berbeda atas paham radikal. Kajian penyebab orang terpapar paham radikal harus dilakukan untuk menyusun penanganan. Jika terpapar karena faktor ekonomi, solusinya adalah menciptakan lapangan kerja.

"Caranya apa yang mengakibatkan dia jadi radikal. Kalau karena paham keagamaan yang menyimpang, maka deradikaliasasinya, luruskan paham yang menyimpang itu. Tapi kalau faktor ekonomi atau sosial, pendekatannya adalah melalui pemberian lapangan kerja, santunan," ujar Ma'ruf. Cawapres nomor urut 01 ini kembali menekankan paham yang menyimpang perlu diluruskan lagi

2. Kutip Fatwa MUI soal Terorisme

Ma'ruf yang juga menjabat sebagai Ketum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutip fatwa MUI mengenai terorisme. Ma'ruf mengatakan penanganan terorisme lewat pencegahan akan dilakukan lewat kontraradikalisme untuk menekan paham-paham radikal dan intoleran.

"Terorisme merupakan kejahatan. Oleh karena itu, terorisme harus diberantas sampai akar-akarnya. MUI mengeluarkan fatwa bahwa terorisme bukan jihad. Oleh karena itu, haram dilakukan, bahkan terorisme dianggap melakukan kerusakan. Alquran menyatakan orang yang melakukan perusakan di bumi harus dihukum keras," kata Ma'ruf.

3. Bicara Persamaan Hak Asasi untuk Disabilitas

Ma'ruf memberikan pandangannya mengenai persamaan hak asasi untuk kaum disabilitas. Jawaban ini disampaikan Ma'ruf saat menanggapi isu HAM.


"Saya kira penting membangun budaya masyarakat memberikan penghormatan kepada kelompok disabilitas. Disabilitas dan non-disabilitas harus disamakan perlakuannya," ucap Ma'ruf.

4. Dorong Reformasi Hukum Lewat Penataan Regulasi

Ma'ruf menegaskan reformasi di bidang hukum harus dilanjutkan. Ma'ruf setuju bahwa tidak boleh adanya tumpang tindih penegakan hukum.

"Melanjutkan reformasi di bidang hukum, salah satunya penataan regulasi," kata Ma'ruf.

"Dengan menghilangkan tumpang tindih dan membuat regulasi berkualitas yang menuntun dan memudahkan rakyat, itu akan memberi peluang pengembangan UKM," tuturnya.

5. Dukung Pernyataan Jokowi

Di kubu 01, Jokowi lebih tampak mendominasi untuk menjawab pertanyaan saat debat perdana. Ma'ruf pernah 2 kali diberi kesempatan melengkapi pernyataan Jokowi, namun dijawab dengan singkat.

Jokowi dan Ma'ruf saat debat perdana, 17 Januari 2019.Jokowi dan Ma'ruf saat debat perdana, 17 Januari 2019. (Foto: Screenshot detikfoto)

Yang pertama adalah soal penegakan hukum dan HAM. Ma'ruf dipersilakan melengkapi pernyataan Jokowi.

"Mungkin Pak Kiai bisa menambahkan," ujar Jokowi mempersilakan Ma'ruf berbicara.

"Cukup," jawab Ma'ruf Amin.

Moderator Ira Koesno mengingatkan kepada pasangan calon nomor urut 01 itu bahwa waktu berbicara masih tersisa. Dua kali Ira Koesno bertanya kepada Jokowi-Ma'ruf soal pemanfaatan waktu tersisa untuk menambahkan pernyataan yang sebelumnya disampaikan Jokowi.

"Saya mendukung pernyataan Pak Jokowi," ujar Ma'ruf.


Sandiaga Uno

1. Janjikan Negara Bebas Korupsi

Sandiaga berbicara soal janji-janji mewujudkan penegakan hukum yang lebih baik. Dia memastikan tak akan ada korupsi lagi di Indonesia jika terpilih bersama Prabowo.


"Bersama Prabowo-Sandi, insyaallah kita tegakkan hukum, kita pastikan tidak ada korupsi lagi, kita pastikan Indonesia jaya," ujar Sandiaga.

2. Cerita Kriminalisasi Nelayan Najib

Di forum debat, Sandiaga bercerita mengenai nelayan bernama Najib di Karawang yang dikriminalisasi. Sandiaga memandang hukum hanya tajam kepada orang-orang kecil.

"Bahwa ada kisah pak Najib, seorang nelayan di Pantai Pasir putih, Karawang, beliau mengambil pasir untuk menanam mangrove di hutan bakau. Beliau dipersekusi, dikriminalisasi," kata Sandiaga.

Momen Sandiaga pijat Prabowo di debat perdana.Momen Sandiaga pijat Prabowo di debat perdana. (Foto: Rengga Sancaya)

"Banyak kasus persekusi dan kriminalisasi ini tidak terpantau dan hanya kita lihat yang besar-besar saja. Sementara kasus yang berdampak kepada masyasrakat, orang kecil, wong cilik tidak ditangani dengan baik," ujarnya.

Menanggapi Sandiaga, Jokowi menyebut cawapres nomor urut 02 ini melemparkan tuduhan soal kriminalisasi nelayan Najib. "Pak Sandi menuduh lagi. Kalau ada persekusi, gampang sekali. Laporkan. Saya akan tindak tegas pelaku itu," kata Jokowi.

Sandiaga membantah pendapat Jokowi. Menurutnya, yang ia sampaikan adalah hasil kunjungannya ke lapangan. "Saya tidak menuduh. Yang kami sampaikan adalah cerita-cerita yang kami dapat setiap kunjungan ke masyarakat," timpal Sandiaga.

3. 'Kepastian Hukum Perlu untuk Lapangan Pekerjaan'

Sandiaga mengatakan kepastian hukum akan menyelesaikan masalah lapangan pekerjaan. Dia akan mensinkronisasi hukum di pusat dan daerah dengan mengumpulkan para pakar dari berbagai universitas.


"Kami juga ingin pastikan bahwa kepastian hukum bisa menghadirkan peluang untuk berinivestasi, peluang lapangan pekerjaan. Negeri yang kaya ini, negeri yang luar biasa gemah ripah loh jinawi ini masih menyisakan masalah, lapangan kerja susah didapat, peluang usaha susah dilakukan masyarakat karena ketidakapstian hukum," sebutnya.

4. Bicara Program untuk Difabel, Sandiaga Cerita soal Zulfan

Sandiaga bicara soal programnya untuk mau difabel. Sandiaga menuturkan perlunya kesetaraan bagi kaum difabel untuk berkarya.

"Zulfan Dewantara adalah teman difabel yang kami temui adalah inspirasi Prabowo-Sandiaga. Dia menciptakan lapangan kerja, mentor bisnis online dan bisnis mempekerjakan ratusan buruh," tuturnya.

"Mereka butuh peluang, lapangan pekerjaan, peluang untuk, hidup lebih baik untuk keluarga yang sejahtera," pungkasnya.

5. Janji Petakan Daerah Berpotensi Terpapar Radikalisme

Sandiaga mengatakan, banyak warga yang masa depannya tidak cerah akibat terpengaruh oleh paham yang tidak jelas. Ia bersama Prabowo akan memetakan daerah-daerah yang berpotensi terpapar paham radikalisme. Dia ingin memastikan masyarakat tidak terjerumus dengan paham radikalisme tersebut.

"Kita harus hadir untuk mereka, untuk memastikan mereka tidak terjerumus kepada terorisme," tuturnya.

6. Singgung Penegakan Hukum Tumpang Tindih

Sandiaga dalam sesi bertanya menyebut kerap mendengar aspirasi soal hukum yang tumpang tindih.

"Bagaimana mengatasi tumpang tindih, aparat hukum berafiliasi dengan parpol, bagaimana investasi meningkat kalau ada ketidakpastian hukum," kata Sandiaga bertanya kepada paslon nomor urut 01.

Menjawab Sandiaga, Jokowi menegaskan penegak hukum yang harus adil.

"Kita juga akan perbaiki aparat yang tidak memberikan pengayoman, tidak memberikan perlindungan terhadap rakyat, karena menurut saya hukum adalah bagaimana negara melindungi rakyatnya. Hukum harus bisa memberikan kepastian kepada investasi dan dunia usaha. Hukum tidak tebang pilih, hukum betul-betul bisa memberikan rasa tenteram kepada rakyat," ujar Jokowi.



Tonton video Ide 'Halal' Sandi di Debat Ketiga: Dari Industri Hingga Ekonomi:

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed