Konvoi Pengungsi Rita Macetkan Jalan Hingga Puluhan Mil

Konvoi Pengungsi Rita Macetkan Jalan Hingga Puluhan Mil

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2005 05:25 WIB
Jakarta - Proses evakuasi para pengungsi dari kawasan pantai Amerika Serikat di Teluk Meksiko terus berjalan. Iring-iringan konvoi pengungsi yang memacetkan jalan tampak hingga puluhan mil jauhnya. Arus lalulintas padat dan kekurangan makanan serta BBM menghambat pengungsian massal kawasan pantai Amerika Serikat di Teluk Meksiko yang cukup panjang. Lebih satu juta orang berusaha pergi meninggalkan pesisir pantai untuk menghindari badai Rita yang saat ini mendekati wilayah pantai.Puting beliung yang diramalkan lebih dahsyat dari badai Katrina ini sedang mengarah ke Texas dengan membawa angin berkecepatan 240 kilometer per jam. Topan ini jauh lebih kuat dari topan yang memporakperandakan New Orleans.Gubernur Louisiana meminta warga yang tinggal di pantai bagian barat-laut negara bagian itu untuk dapat pergi ke wilayah utara. Badai Rita diperkirakan akan mencapai daratan Jumat sore atau Sabtu pagi. Topan ini kemungkinan menjadi topan yang paling kuat yang pernah melanda Texas.Presiden George W Bush seperti yang dikutip BBC mengatakan Amerika Serikat bersiap-siap menghadapi kemungkinan yang terburuk akibat badai ini. Pemerintah AS juga menambah telah menambah bantuan darurat dan jumlah personel untuk mengantisipasi badai itu.Angin bawaan topan Rita akan beradius 113 kilometer dari mata topan. Hujan lebat masih menjadi ancaman terhadap New Orleans, padahal banjir bekas badai Katrina lalu baru saja dipompakan keluar.Rita membelok sedikit ke timur-laut pada hari Kamis, dan para pejabat New Orleans memperkirakan akan turun hujan yang mempunyai curah hujan cukup besar yakni sekitar sekitar 8 centimeter. Badai ini juga akan akan menaikkan permukaan air laut setinggi 1 meter.Banyak penduduk Galveston dan Corpus Christi, dua kota di Texas yang dikhawatirkan akan berada di pelintasan Rita, tampak mematuhi imbauan pemerintah untuk mengungsi. Pihak berwenang AS juga menyediakan bus untuk mengangkut warga ke luar kota, dan juga menyediakan pasok darurat.Eksodus massal itu memaksa Gubernur Teksas Rick Perry menutup jalan menuju selatan, dan menjadikan kedelapan lajur jalan raya itu untuk arus menuju utara, guna menjauhi topan. Jalan-jalan biasa dan jalan tol di kawasan itu macet total sepanjang malam dan diwarnai kepanikan.Pom-pom bensin (SPBU) yang berada di wilayah arus pengungsian dilaporkan kekurangan BBM. Toko-toko swalayan pun banyak diserbu pengungsi yang mau membeli makanan tahan lama sebagai bekal mengungsi. (mar/)


Berita Terkait