KPK: Laporan Korupsi Paling Banyak dari Riau

KPK: Laporan Korupsi Paling Banyak dari Riau

- detikNews
Kamis, 22 Sep 2005 23:03 WIB
Pekanbaru - Provinsi Riau ternyata salah satu daerah penyumbang terbanyak laporan tentang tindak pidana korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah pengaduan yang masuk itu, sebagian telah disalurkan ke pihak kepolisian dan kejaksaan.Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki mengungkapkan hal itu kepada wartawan, di sela-sela acara Rakor Arah Kebijakan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang bersih dan Berwibawa, di Kantor Bawasda Provinsi Riau, Jl Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Kamis (22/9/2005).Kendati Taufiqurrahman tidak menyebut angkat pasti laporan tersebut, tapi dia memastikan, Riau merupakan salah satu yang terbesar dan terbanyak di Indonesia tentang laporan tindak pidana korupsi yang diterima KPK. "Angka pastinya saya tidak ingat. Tapi kita menerima laporan tindak pidana korupsi dari Riau lumayan besarnya," katanya.Dia mengakui, Riau yang merupakan daerah terbesar penghasil SDA, merupakan daerah yang rentan akan terjadi tindak pidana korupsi. Indikasi ke arah itu, salah satunya banyak keluhan masyarakat tentang buruknya pelayanan pemerintah daerah.Sebagian laporan yang diterima KPK, tentunya setelah dilakukan penyelidikan, sebagian telah diserahkan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan. Diharapkan lembaga itu bisa menindak lanjuti pengaduan yang dimaksud.Untuk dapat terselenggaranya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, kata Taufiqurrahman, tentunya diperlukan berbagai syarat, di antaranya pelayanan publik yang baik serta pemberantasan korsupsi yang terus menerus."Dengan pemerintahan yang bersih terbebas dari korupsi, otomatis pemerintah itu akan berwibawa. Untuk menciptakan hal itu, ini semua menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.Soalbesarnya dana tindak pidana korupsi dari Riau, Taufik enggan berkomentar. Dia hanya menyebut sebagian laporan yang diterima KPK yang telah disempurnakan telah disalurkan ke kejaksaan dan polisi. "Berapa angka itu, saya no comment," ujarnya. (mar/)


Berita Terkait