Kolonel Irfan Ternyata Punya WIL
Kamis, 22 Sep 2005 22:05 WIB
Surabaya - Prahara rumah tangga Kolonel M Irfan dengan mantan istrinya almarhum Eka Suhartini ternyata sudah lama retak. Bahtera rumah tangga yang mereka bangun digoncang oleh wanita idaman lain (WIL) Kolonel Irfan. Semenjak menikah 1984 lalu, bahtera rumah tangga pasangan ini terasa harmonis hingga dihadiahi dua orang putra. Namun sekitar tahun 2001, terjadi perubahan drastis pada sifat Irfan. Pria tambun yang saat ini bertugas sebagai guru militer di Kodikal Bumimoro Surabaya ini yang awalnya tenang dan ramah itu menjadi seorang yang temperamental. Ia lebih sering marah.Bahkan menerima telepon saja ia memilih sembunyi-sembunyi, seolah ada yang dirahasiakan. Apalagi ketika kesandung masalah, maka sifat amarah langsung keluar. Tak jarang apabila marah, ia main pukul. Tak heran Eka dan anak pertamanya, Danu Faneka menjadi sasaran. Eka pun sering mendapat perlakuan kasar saat membela anaknya dari perlakuan kasar sang ayah. Amarah itu ditumpahkan dalam bentuk pemukulan bahkan tendangan. Apa yang dialaminya oleh Eka sengaja disimpan rapat-rapat. "Tapi kita tahu sifat Eka. Ia tidak pernah mau mengadu kepada kami, meski dalam kondisi tertekan atau sakit," timpal Nani Suhaerani, ibu almarhum saat ditemui di rumah duka kawasan Pondok Tjandra, Waru, Sidoarjo, Kamis (22/9/2005).Misteri pada diri Irfan seolah menjadi tanda tanya besar. Ada apa gerangan? Itulah yang berkecamuk pada diri Eka maupun dua putranya. Lambat laun rahasia yang berusaha dipendam Irfan terbongkar. Informasi yang dihimpun, Irfan diketahui menjalin hubungan asmara dengan wanita lain yang statusnya masih bersuami orang. Wanita idaman lain itu berinisial "Ast" yang tinggalnya di kawasan Semolowaru Surabaya. Dibanding Eka, usia WIL ini lebih tua. Konon sang suami WIL ini bekerja di bidang penyalur jasa tenaga kerja. Untuk membuktikan perselingkuhan itu, suatu saat Eka bersama Danu, mendatangi rumah Ast. Bukannya berniat melabrak namun, sebaliknya Eka hanya akan memohon supaya Ast tidak lagi mengganggu suaminya. Sehingga keluarga yang dibinanya tidak terganggu. Sayangnya keinginan itu gagal. Sebab Ast justru menolak menemuinya. Sebaliknya Ast malah melaporkan kedatangan Eka kepada Irfan. Sudah bisa diduga, kemarahan Irfan memuncak dan mengancam akan menghabisi nyawa istri sah dan anaknya sendiri lantaran menganggu hubungannya dengan Ast.Konon semasa masih tinggal bersama Eka, di kamar Irfan dipasang ajimat untuk menaklukan Eka supaya hubungan dengan WIL-nya lancar.
(mar/)











































