Burung Sultan Disemprot
Kamis, 22 Sep 2005 18:10 WIB
Yogyakarta - Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X juga mengantisipasi secara dini penyebaran virus flu burung. Tak tanggung-tanggung, burung kesayangannya pun disterilkan dengan penyemprotan desinfektan. Burung Sultan tidak hanya satu, tapi cukup banyak. Burung-burung ini dipelihara Sultan di kediamannya di Kraton Klien Kompleks Kraton Yogyakarta. Penyemprotan dilakukan untuk mematikan virus, kuman atau bakteri yang ada di sekitar kandang maupun dari sisa kotoran burung.Sebenarnya, burung-burung ini sudah secara berkala disemprot desinfektan oleh petugas. Namun, karena akhir-akhir ini virus flu burung mewabah, akhirnya frekwensi penyemprotan pun ditambah. Saat ini, penyemprotan desinfektan dilakukan minimal dua kali dalam seminggu. Kandang hewan unggas dan burung yang ada disamping kiri Kraton Kilen itu disemprot oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Kehawanan Kota Yogyakarta dibantu petugas dari Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta,Drh Mulyani. Kandang yang disemprot itu, antara lain kandang burung perkutut, derkuku, ayam bekisar, dan ayam katai."Ya memang unggas dan burung yang ada di kraton itu sudah disemprot untuk mencegah dan sudah diambil sampel darahnya," kata Sultan menjawab pertanyaan wartawan seusai acara peresmian Dekranas di Bangsal Sri Manganti, Kraton Yogyakarta, Kamis (22/9/2005). Ketika ditanya mengenai jumlah koleksi unggas dan burung yang dimiliki Sultan maupun krato, dengan nada bergurau kepada wartawan, Sultan mengatakan koleksi miliknya hanya satu. Wartawan pun sempat mesam-mesem. "Nek ndekku mung siji (kalau punyaku hanya satu-red). Semua koleksi unggas hanya ada kira-kira 8 atau 9 ekor saja dan beberapa burung di kurungan saja itu. Merak tidak ada, semua hanya burung saja," kata Sultan sambil tertawa.Setelah burung dan unggas miliknya disemprot dan diambil sampel darahnya untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner, Wates Yogyakarta, Sultan berharap tidak ditemukan adanya virus flu burung. Selain itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan dinas pertanian DIY untuk mengantisipasi flu burung. "Semoga tidak ada dan kita lihat saja hasil pemeriksaan sampel darah," kata Gubernur DIY yang juga penggemar cerutu dari Kuba itu.Menurut Sultan, dalam menghadapi virus flu burung ini, masyarakat diminta tidak terlalu panik serta harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Bila ada kotoran unggas, segera dibersihkan. "Yang paling penting bersih terus, karena virus apa pun itu lebih berbahaya daripada bakteri," katanya.Sementara itu berdasarkan pemantauan detikcom Kamis (22/9/2005), selain beberapa unggas yang ada Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, unggas-unggas di Pusat Penyelamatan Satwa Jogja (PPSJ) di Paingan Sendangsari, Sentolo, Kulon Progo juga sudah diambil sampel darahnya. Bahkan beberapa pasar pusat perdagangan unggas seperti pasar Terban Gondokusuman, Pasar Beringharjo, Pasar Prambanan sudah dilakukan penyemprotan desinfektan secara rutin. Selain itu, petugas juga memeriksa ketat semua daging ayam potong yang dijual dipasaran.
(asy/)











































