DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 19:14 WIB

Wali Kota Hendi: Kemudahan Izin Tingkatkan Investor di Semarang

Akfa Nasrulhak - detikNews
Wali Kota Hendi: Kemudahan Izin Tingkatkan Investor di Semarang Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan keterlibatan masyarakat dan pihak swasta dalam pembangunan menjadi salah satu kunci percepatan perubahan dan kemajuan Kota Semarang saat ini. Oleh karena itu, untuk mendorong perannya, Hendi memberikan kemudahan dalam urusan perizinan.

Menurut Hendi, perlu adanya transparansi dan kemudahan dalam proses perizinan dan pengadaan. Menurutnya melalui kemudahan perizinan dapat mengundang investor untuk datang ke kota Semarang, dan dengan transparansi pengadaan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat khususnya pengusaha kepada Pemerintah.


"Kemudahan dan keterbukaan proses izin buktinya dapat meningkatkan partisipasi swasta untuk berinvestasi di Kota Semarang. Indikasinya yaitu jumlah hotel dan restoran yang meningkat. Jumlah hotel yang tadinya sekitar 180-an meningkat signifikan menjadi 800-an. Restoran yang tadinya sekitar 900-an sekarang mencapai 1.800-an. Kenaikannya sampai 200%," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019).

"Dengan banyaknya investor yang membuka usaha di Kota Semarang, berarti penyerapan tenaga kerja, peningkatan pajak retribusi yang akhirnya kembali lagi untuk membiayai pembangunan di kota Semarang," imbuhnya.

Dalam acara Seminar Anti Korupsi yang mengambil tema 'Penguatan Akuntabilitas dan Inovasi dalam Pengadaan Publik dan Perizinan oleh Pemerintah Daerah' di Hotel Gumaya, Semarang itu, Hendi mengatakan APBD Kota Semarang memang kalah jika dibandingkan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

"Karena kalau mengandalkan APBD saja tidak cukup. Apalagi APBD Kota Semarang masih kalah dibanding Kota metropolitan lain, seperti Surabaya dan Bandung. Sehingga tanpa dukungan masyarakat, pengusaha dengan CSR-nya serta teman-teman media, kota ini akan selalu tertinggal," ujarnya

Sedangkan untuk proses pengadaan barang dan jasa, Hendi menerapkan keterbukaan dari hulu sampai ke hilir. Dari hulu artinya dimulai dari proses perencanaan, kemudian pembangunan dan pelayanan termasuk sistem pelaporannya atau hilir.

Aplikasi pertama yang diluncurkan Hendi di awal masa kepemimpinannya adalah E-Government. Sebuah sistem yang bisa mengontrol proses pengadaan barang dan jasa dari hulu sampai hilir. Sementara dalam sistem perencanaan ada monev, di mana masyarakat bisa melihat dinas mana yang serapan anggarannya lambat, maupun yang belum melakukan lelang.


Inovasi lain yang dicetuskan Hendi adalah e-katalog lokal. Melalui e-katalog lokal, proses e-katalog yang lama dapat dipercepat.

"Perbaikan jalan dulu tanpa e-Katalog lokal perbaikan jalan membutuhkan waktu satu bulan paling cepat, tapi dengan e-katalog lokal perbaikan jalan bisa selesai dalam 2 hari sampai 1 minggu," ujarnya.
(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed