Flu Burung, AS Tidak Berlakukan Travel Warning ke RI
Kamis, 22 Sep 2005 17:36 WIB
Jakarta - Pemerintah AS tidak akan memberlakukan travel warning ke Indonesia, menyusul merebaknya kasus flu burung di Indonesia."Tidak, tidak. Kita harus melihat masalah secara jelas. Sebenarnya isu utama yang menyebabkan flu burung di Indonesia ada dua, yaitu migrasi burung liar dan masalah kesehatan," ujar Dubes AS Lynn B Pascoe.Hal ini disampaikan dia usai memberikan hibah senilai US$ 650 ribu kepada Badan Meteorologi dan Gerofisika (BMG) di Wisma Metropolitan 2, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (22/9/2005).Keputusan AS tersebut karena sejauh ini penularan flu burung masih dari unggas ke manusia, belum dari manusia ke manusia. "Selama ini penularannya masih dari hewan unggas ke manusia, belum ditemukan dari manusia ke manusia. Tapi hal itu telah menjadi perhatian bersama dan kita awasi," ujar Pascoe.Menurut Pascoe, pemerintah AS juga telah menerjunkan tim yang berjumlah lima orang untuk melakukan pemeriksaan sekaligus penelitian terkait merebaknya kasus flu burung di Indonesia."Besok tim akan bertemu dengan Menko Kesra Alwi Shihab dan akan membicarakan apa yang telah didapat oleh tim ini di Indonesia," imbuhnya.Tim tersebut sudah berada di Jakarta sejak 18 September lalu dan akan tetap berada di Jakarta hingga 24 September.Ditambahkannya, pemerintah AS juga telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan WHO dalam menangani kasus flu burung ini, mengingat bencana ini dapat membahayakan seluruh dunia."Kami akan memberikam bantuan terbaik dalam menghadapi bencana global ini. Dan ini adalah masalah yang harus ditangani bersama," kata Pascoe.Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, pemerintah AS telah memberikan bantuan senilai US$ 25 juta untuk kawasan Asia dalam penanganan kasus flu burung.
(san/)











































