DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 16:45 WIB

Dorong Gizi Seimbang, PKK Semarang Gandeng Tan Shot Yen

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Dorong Gizi Seimbang, PKK Semarang Gandeng Tan Shot Yen Foto: Pemkot Semarang
Semarang - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang terus berkomitmen untuk ikut meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Semarang. Salah satunya dengan mendorong peran emak-emak peduli kesehatan keluarga dengan menimba ilmu terkait pola hidup sehat.

Ketua TP PKK Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi pun menyinggung fenomena gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang akrab dengan makanan instan dan zat kimia tambahan. Meski praktis, ia menilai ada efek lain dari makanan kekinian tersebut.

"Karenanya, mari memaksimalkan peran kita baik sebagai istri dan ibu untuk ikut meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan masyarakat," ungkap Tia, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Jumat (15/3/2019).

Dalam acara seminar yang menghadirkan pakar kesehatan sekaligus ahli gizi nasional, dr. Tan Shot Yen itu, Tia mengatakan budaya konsumsi makanan yang tidak sehat, tentu berdampak pada kesehatan. Dalam jangka panjang, pola konsumsi yang salah di usia muda akan berpotensi memicu munculnya penyakit degenerative seperti diabetes mellitus (DM), jantung, hipertensi dan stroke.

Selain itu, Tia juga mengingatkan untuk meningkatkan asupan buah dan sayur serta mengurangi makanan instan sebagai salah satu pilihan hidup sehat dan bagian dari budaya PHBS dan Germas.


Sementara itu, dr. Tan menilai bahaya kesalahan pola makan sehat juga menyebabkan stunting bagi anak-anak. Ia pun menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 hari pertama anak.

"Tak hanya membuat pertumbuhan terhambat, stunting juga menyebabkan perkembangan anak tidak optimal," tegas dr. Tan.

Lebih lanjut, dr. Tan menekankan bahwa Tanah Air ini telah menyediakan berbagai makanan sehat dari alam mulai dari sayur, buah berwarna-warni, ikan, protein nabati dan hewani lainnya.

"Ingat, terigu tidak ditanam di tanah air kita, tetapi gandum," tegasnya.

Dalam pola konsumsi, lanjut dr. Tan, selain sehat juga harus bergizi seimbang. Tak hanya itu, menurutnya, semua makanan yang dikonsumsi juga harus menyesuaikan usia, aktivitas, dan gender.

"Tidak hanya masalah enak atau tidak, tetapi konsumsilah makanan yang dibutuhkan oleh tubuh," ujarnya.


Untuk menyiapkan pola konsumsi makanan sehat dan seimbang, dr. Tan juga menekankan pentingnya membuat perencanaan menú. Ia mencontohkan santan bukan makanan yang harus benar-benar dihindari jika dikonsumsi secara terjadwal.

Menurutnya, santan kaya antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Selain menyarankan santan alami alias yang asli dari parutan kelapa, dr. Tan juga mengingatkan untuk mengonsumsinya secara terjadwal.

"Anda bisa menandai hari, misalkan Sabtu untuk jadwal makanan bersantan berarti 'ketemu' santan lagi Sabtu pekan depan. Kalau seperti ini, Anda bisa makan santai sampai seumur hidup," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, ratusan pengurus dan anggota PKK Kota Semarang pun ikut hadir dan serius menimba ilmu soal kesehatan.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed