DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 10:58 WIB

Di Lahat Sumsel Ada 700 ODGJ, 56 Orang Dipasung

Raja Adil Siregar - detikNews
Di Lahat Sumsel Ada 700 ODGJ, 56 Orang Dipasung Foto: Pasien RSJ Soeharto Heerdjan (Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Dinas Kesehatan Lahat, Sumatera Selatan, mencatat sebanyak 700 lebih warga di wilayahnya merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dari jumlah tersebut, 56 di antaranya dipasung keluarga.

"ODGJ di Lahat sampai hari ini yang ada di catatan kami sekitar 700 lebih. Tetapi semua ada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial," kata Kabid Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lahat, Ubaidillah kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Ubaidillah menyebut, pihak keluarga punya alasan sampai tega memasung. Dinkes Lahat menargetkan pada 2019 ini seluruh ODGJ bebas pasung.

"Ada 56 OGDJ masih dipasung keluarga karena takut kalau dibebaskan dia akan berbuat anarkis. Bahkan pernah juga itu yang bawa pisau dan masyarakat resah. Ya meskipun begitu, kami menargetkan tahun ini semua bebas pasung," jelasnya.




Menurut Ubaidillah, sejak akhir 2018 OGDJ yang bebas pasung mendapatkan perawatan khusus dari pihak dinkes. Namun, lanjut Ubai, pihaknya tetap meminta keluarga merawat dan memberikan obat-obatan secara rutin.

"Bukan hanya yang sudah bebas pasung, yang masih di pasung juga harus dikasih obat. Kami juga meminta keluarga untuk menjaga kebersihan pasien, termasuk ya mengajak berkomunikasilah," katanya.

Ubaidillah menuturkan, sampai hari ini Dinkes Lahat masih diberikan obat secara gratis. Dia meyakini, jika pemberian obat dilakukan ruti, kondisi ODGJ akan membaik dan tidak perlu dipasung.

Sementara saat ditanya penyebab dari tingginya angka ODGJ di daerah Lahat, Ubaidillah mengatakan banyak faktor. Salah satunya bahkan ada yang karena gaya hidup mereka terlalu berlebihan.




"Secara teori faktornya ini banyak, mulai dari keturunan, spiritual dan sosial. Tapi ada lagi faktor ekonomi, faktor ekonomi juga besar ternyata, ada gaya hidup dan keinginan besar, tapi ekonominya nggak cukup. Ini juga harus hati-hati," katanya.

"Dari semua faktor itu, yang terpenting adalah faktor keluarga. Kadang karena masalah di keluarga, stres, diam-diam dan terakhir nggak kuat jadilah begini," lanjutnya.

Ubaidillah memastikan penyakit gangguan jiwa tetap bisa disembuhkan. Namun, dia tak memungkiri ada juga pasien ODGJ yang kondisinya semakin parah.

"Untuk yang sehat dan pulih ada, tetapi lingkungan dia harus sehat. Bahkan ya, ada yang terlalu lama di pasung malah lumpuh, sampai 10-15 tahun dipasung," tutupnya.
(ras/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed