DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 08:21 WIB

Round-Up

TKN Merasa Percuma Debat Rocky Gerung soal Kartu Pra-Kerja

Marlinda Oktavia Erwanti, Angling Adhitya Purbaya - detikNews
TKN Merasa Percuma Debat Rocky Gerung soal Kartu Pra-Kerja Foto: Rocky Gerung. (Rachman Haryanto-detikcom)
Jakarta - Rocky Gerung mengkritik pedas atas rencana program Joko Widodo menambah 'koleksi kartu' dengan kartu pra-kerja. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf merasa percuma berdebat dengan Rocky soal kartu itu.

Rocky menyampaikan kritik itu saat mengisi acara forum 'Pikiran, Akal, dan Nalar' di Hotel Grand Arkenso, Semarang. Dia menyebut sudah banyak kartu yang dikeluarkan Jokowi dan kartu terakhir adalah rencana meluncurkan kartu pra-kerja.

"Kartu pra-kerja, yang kelihatannya agak absurd karena kalau diiyakan, berapa ratus juta yang akan dibiayai negara? Ratusan juta penganggur akan dibiayai oleh negara, uangnya dari mana? Nyuri dari mana? Seluruh tuyul di Jawa Tengah dikumpulin ogah untuk nyuri, karena terlalu banyak yang mesti dicuri," kata Rocky, Rabu (13/3/2019).

"Saya kira masih ada satu kartu di kantong beliau, kartu pra-dungu dan jangan berharap kartu itu akan dibagikan, karena dia akan pakai sendiri kartunya itu," imbuhnya.


Menurut Rocky, penampilan petahana saat ini justru tidak mengangkat elektabilitas. Kemudian, ia juga mengaku mendapat kabar TKI Siti Aisyah bebas dari hukuman mati di Malaysia karena intervensi pemerintah Indonesia, namun menurut Rocky kenyataannya tidak.

"Saya baca di media luar negeri, Mahathir Mohammad bilang tidak ada intervensi," jelasnya.

Rocky pun menganggap upaya pencitraan tidak akan berhasil jika yang dicitrakan tidak bisa mendukung. Hal hal itulah yang juga membuat khawatir surveyor di lingkungan Istana.

"Anda lihat bahwa upaya untuk mengemas seseorang, tidak mungkin berhasil kalau yang bersangkutan memang tidak punya standar minimal sebagai pejabat publik, sebagai tokoh, sebagai kandidat," tegasnya.

Sementara itu, TKN mengaku malas merespons kritik Rocky. TKN meminta Rocky belajar soal kebijakan anggaran terlebih dahulu sebelum berkomentar.

"Dia tidak mengerti anggaran. Dia suruh belajar dulu soal budget policy, kebijakan anggaran, baru dia ngomong. Saya nggak mau ngomentarin. Daripada saya ngomentarin tapi dia ngomong-nya ngawur kanan-kiri, percuma. Nggak ada guna," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate, kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

"Ini orang berpikir dulu, cari tahu dulu, baru beri komentar. Dia belum tahu konsepnya apa sudah komentar. Dia belum paham, tapi sudah kasih komentar, itu orang kategori apa itu," imbuhnya.

Johnny meminta Rocky Gerung tak asal bicara. Menurut dia, Rocky tak memahami apa konsep Kartu Pra-kerja yang diwacanakan Jokowi. Dia khawatir, komentar Rocky tersebut malah justru akan merugikan paslon yang diusungnya.

"Kebijakan itu adalah kehadiran negara untuk memastikan adanya social security, jaminan sosial. Dan rakyat nanti yang mendapatkan itu akan senang karena negara hadir. Kedua, Kartu Pra-kerja itu kartu untuk vocation training, pelatihan-pelatihan untuk menjembatani kebutuhan pasar tenaga kerja dengan ketersediaan kualifikasi SDM kita. Khususnya para generasi muda milenial. Jadi Rocky belajar dulu, pahami dulu, berpikir dulu baru komentar. Sehingga komentarnya pas," tutur Politikus NasDem itu.


Johnny lalu menyinggung soal posisi Rocky dalam kubu kontestasi pilpres. Johnny mengaku kasihan dengan Prabowo jika pernyataan Rocky dikesankan seolah-olah mewakili capres 02 itu.

"Apalagi nanti jika komentar Rocky dikesankan seolah-olah mewakili Pak Prabowo. Jadi kalau dia mewakili tapi dia nggak paham, karena saya yakin Pak Prabowo nggak berpikir begitu. Hanya karena Rocky yang nggak paham, nanti dikira Pak Prabowo juga nggak paham. Saya kasihan sama Pak Prabowo," sambung Johnny.


Saksikan juga video 'Jokowi Sebut Kartu Pra Kerja Ada Tenggang Waktunya':

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed