Mahasiswa Hadang Tangki Pertamina & Bakar Bendera Golkar
Kamis, 22 Sep 2005 15:54 WIB
Jakarta - Aksi menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali marak. Dalam aksi kali ini, mahasiswa menyuarakan penolakan dengan menghadang tangki Pertamina. Mereka juga membakar bendera Partai Golkar.Aksi penghadangan tangki Pertamina dilakukan 10 mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Mercu Buana di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, pukul 14.35 WIB, Kamis (22/9/2005). Kesatuan Aksi Mahasiswa Mercu Buana awalnya melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM di depan Istana Merdeka. Saat mereka berdemo, tiba-tiba mereka mendapat informasi ada tangki Pertamina melintas di depan Gedung Radio Republik Indonesia (RRI), Jalan Medan Merdeka Barat.Sepuluh mahasiswa itu lantas menuju ke depan Gedung RRI untuk melakukan penghadangan tangki berisi BBM itu. Mendapati mangsanya, para mahasiswa langsung naik ke atap tangki. Sopir tangki pun menghentikan laju kendaraannya.Di atas atap, mahasiswa menyerukan Pertamina agar tidak melakukan korupsi. Mereka juga mengancam akan membagikan BBM yang dibawa tangki tersebut kepada rakyat. Namun aksi itu tak berlangsung lama. Kepolisian dari Polsek Gambir dan Polres Jakarta Pusat langsung bertindak cepat membubarkan aksi penghadangan terhadap tangki BBM itu. Polisi menyeret mahasiswa turun dari tangki dan meminta mereka kembali berdemo di depan Istana. Karena kalah jumlah dengan polisi, mahasiswa pun menurut. Bakar Bendera GolkarAksi penolakan kenaikan harga BBM di depan Istana juga diwarnai dengan pembakaran bendera Partai Golkar. Pembakaran dilakukan BEM Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.Salah seorang mahasiswa dalam orasinya menyatakan, krisis yang menimpa bangsa Indonesia merupakan ulah Golkar. "Penyebab krisis yang dialami bangsa Indonesia adalah Partai Golkar. Yang mewakili budaya korupsi di Indonesia ini Golkar," teriak sang orator yang lantas ditanggapi massa dengan membakar bendera Golkar. Mahasiswa membakar bendera Golkar sambil berjingkrak-jingkrak dan menyanyikan lagu "revolusi sampai mati". Sementara itu di saat bersamaan, sekitar 250 mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan BEM UI juga melakukan aksi serupa. Ketua KAMMI Jakarta Arief Harjono menyerukan dilakukannya audit terhadap Pertamina dan dilakukannya evaluasi atas kinerja tim ekonomi.
(iy/)











































