detikNews
Kamis 14 Maret 2019, 17:19 WIB

Adu Visi Jelang Debat Cawapres

Membandingkan Visi-Misi Ma'ruf vs Sandiaga Soal Budaya

Indah Mutiara Kami - detikNews
Membandingkan Visi-Misi Maruf vs Sandiaga Soal Budaya Ilustrasi debat cawapres (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta - Salah satu topik yang akan diperdebatkan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno saat debat cawapres 17 April 2019 mendatang adalah soal budaya. Apa saja program ditawarkan keduanya di bidang ini?

Visi-misi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipaparkan dalam dokumen yang bisa diakses di situs KPU. Kedua pasangan sama-sama memasukkan janji-janji soal budaya.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf memiliki misi 'Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa'. Misi itu kemudian dijabarkan lagi dalam sejumlah poin.

"Negara berkewajiban untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dan menjadikan kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa demi terwujudnya tujuan nasional. Manusia Indonesia yang ingin kita bangun bukan hanya manusia yang produktif, unggul, dan berdaya saing, tapi juga manusia Indonesia yang berkarakter dan memiliki kepribadian bangsa sesuai dengan Pancasila, berakhlak mulia, dan memegang teguh Bhinneka Tunggal Ika," demikian paparan soal misi budaya di visi-misi Jokowi-Ma'ruf.



Jokowi-Ma'ruf lalu menjabarkan misinya menjadi pembinaan ideologi Pancasila, revitalisasi revolusi mental, restorasi toleransi dan kerukunan sosial hingga soal kemajuan budaya. Ini poin-poin tentang budaya:

- Melaksanakan secara konsisten langkah strategis pemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.
- Pengarusutamaan kebudayaan melalui pendidikan untuk mencapai tujuan pemajuan kebudayaan.
- Menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan, di antaranya dengan diselenggarakannya Jambore Budaya.
- Tata kelola kebudayaan yang terintegrasi dan terencana.
- Merevitalisasi dan meningkatkan pembangunan pusat kebudayaan, museum, dan warisan budaya di daerah-daerah.
- Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan untuk kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pariwisata budaya dan industri kreatif.
- Meneruskan pemajuan musik Indonesia melalui perlindungan hak cipta, sistem pendataan terpadu, peningkatan apresiasi dan literasi musik dalam pendidikan, meningkatkan kesejahteraan musisi, maupun penyiapan infrastruktur pendukung.
- Fasilitasi pemajuan film Indonesia dari sisi pembiayaan, infrastruktur pendukung, perlindungan hak-hak pekerja, maupun peningkatan apresiasi masyarakat pada film Indonesia.



Sementara itu, Prabowo-Sandiaga memiliki Pilar Budaya dan Lingkungan Hidup di visi-misi. Berikut poin-poinnya yang terkait budaya:

1. Melestarikan keragaman warisan seni budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
2. Merevitalisasi dan mendorong pembangunan dan penyebaran sentra kebudayaan, termasuk bioskop rakyat, di seluruh Indonesia.
3. Mengembangkan budaya bahari dalam sistem pendidikan nasional.
4. Memperkuat badan-badan yang ada, dalam merevitalisasi bangunan kuno cagar budaya di seluruh Indonesia.
5. Membangun industri berbasis digital yang berorientasi global dengan memberikan insentif dan modal kepada para pelakunya.
6. Memperluas kewenangan dan peran Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sebagai ujung tombak pengembangan industri yang berbasis ekonomi-budaya.
7. Mendukung pengembangan sumber daya kreatif yang potensial guna meningkatkan jumlah SDM di sektor ekonomi kreatif yang memiliki daya saing.
8. Memperjuangkan hak-hak para pekerja seni, seniman dan artis di Indonesia.



Hal itu lalu dirinci kembali dalam Program Aksi Budaya dan Lingkungan Hidup. Berikut poin-poinnya:

- Merevitalisasi bangunan-bangunan cagar budaya di seluruh Indonesia, untuk menjadi wisata tujuan sejarah dan pendidikan bagi generasi muda.
- Memperkuat perlindungan hukum dan hak cipta atas karya-karya seni budaya yang dihasilkan oleh para seniman nasional.
- Meningkatkan anggaran untuk penelitian dan pelestarian situs budaya dan sejarah.
- Menjamin kebebasan para seniman serta pelaku budaya untuk berkarya, menyampaikan pendapat dan berkreasi di muka umum.
- Menegakkan pelaksanaan Undang-undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta dan Hak Terkait, agar para artis, seniman, pekerja seni, lebih dihargai secara optimal setiap karyanya, demi kesejahteraan para pelaku Industri kreatif di Indonesia; termasuk mendukung terlaksananya UU Pemajuan Kebudayaan Tahun 2017.
- Mendorong perbankan nasional untuk membuat produk-produk pembiayaan yang khusus bagi kegiatan industri kreatif dan seni budaya yang produktif.
- Membentuk holding BUMN yang bergerak di bisnis kreatif, sebagai cara untuk merevitalisasi beberapa BUMN di industri kreatif yang telah lama tidak aktif.
- Meningkatkan kualitas institut kesenian negeri di seluruh Indonesia sehingga mampu menghasilkan para pekerja seni dan seniman yang berkualifikasi global.
- Membangun lebih banyak ruang pameran dan ruang pertunjukkan seni di seluruh Indonesia.
- Mendorong penyelenggaraan festival budaya di seluruh Indonesia.
- Meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berorientasi kepada industri kreatif dan seni budaya


Simak Juga "Lawan Ma'ruf di Debat, Sandiaga akan Apa Adanya":

[Gambas:Video 20detik]


(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com