Cina Protes Insiden Penembakan Kapal Nelayan oleh Aparat RI
Kamis, 22 Sep 2005 13:04 WIB
Jakarta - Pemerintah Beijing menyampaikan protes atas insiden penembakan kapal nelayan Cina oleh aparat Indonesia. Penembakan itu menewaskan seorang warga Cina dan melukai dua orang lainnya.Demikian disampaikan pejabat di Kedutaan Besar Cina di Jakarta, Yu Hongyao kepada koran Cina, China Daily seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/9/2005).Dikatakan Yu, pemerintah Cina "heran dan sangat kecewa" akan aksi personel TNI AL tersebut. Kapal tersebut beserta 13 krunya kini ditahan di basis TNI AL di Merauke."Kami diberitahu bahwa kesehatan anggota kru yang ditahan baik-baik saja, dan kami telah meminta pihak Indonesia untuk memperlakukan mereka dengan manusiawi," ujar Yu.Insiden maut ini terjadi pada Senin (19/9/2005) lalu ketika KRI Tanjung Dalpele mengejar empat perahu yang diyakini melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Laut Arafuru, yang terletak antara provinsi Papua dan Maluku.Tiga dari empat kapal nelayan itu berhasil meloloskan diri dari kejaran aparat RI. Namun kapal MV FuYuan 123 yang membawa bendera Cina, berhasil disusul. Menurut seorang pejabat TNI AL di Surabaya, prosedur standar sudah dilakukan dalam pengejaran itu.Dikatakannya, setelah kapal-kapal itu mengabaikan peringatan untuk berhenti, tiga tembakan peringatan dilepaskan ke udara. Baru kemudian peluru ditembakkan ke sisi kapal Cina tersebut.Menurut China Daily, total 13 tembakan dilepaskan personel RI.
(ita/)











































