Anak Jaksa Agung Promosi Jadi Kajari Jakbar, Kejagung Tepis Isu Nepotisme

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 13 Mar 2019 21:09 WIB
Gedung Jampidsus di Kejagung (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Putra Jaksa Agung M Prasetyo, Bayu Adhinugroho Arianto, dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat. Kejaksaan Agung (Kejagung) menepis ada nepotisme terkait promosi anak Jaksa Agung.

"Prinsipnya, mutasi Kejaksaan adalah suatu hal biasa. Hal ini dalam rangka untuk penyegaran, tour of duty. Promosi dan mutasi betul-betul secara objektif ditentukan oleh tingkat prestasinya, integritasnya, dan loyalitasnya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri kepada wartawan di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (13/3/2019).

Anak Jaksa Agung, Bayu Adhinugroho, dipromosikan dari posisi Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Bali (Kejati Bali). Surat keputusan promosi diteken pada 6 Maret.


Kinerja Bayu, ditegaskan Mukri, menjadi tolok ukur keputusan promosi jabatan, salah satunya kerja bersama, sehingga Kejati Bali mendapat predikat wilayah bebas korupsi.

Tapi tak hanya itu, Mukri menyebut kinerja optimal Bayu dalam penanganan buron Kajati Lampung yang ditangkap di Bali.

"Sehingga apakah yang bersangkutan layak atau tidak, Pak Jaksa Agung ini tidak mengenal tapi siapa yang berprestasi, siapa yang punya integritas bagus, itu dipromosikan," tuturnya.

Anak Jaksa Agung Promosi Jadi Kejari Jakbar, Kejagung Tepis Isu NepotismeKapuspenkum Kejagung Mukri (Alfons/detikcom)

Mukri menjelaskan prosedur mutasi/promosi di Korps Adhyaksa. Keputusan diambil dalam rapat pimpinan yang dihadiri Jaksa Agung bersama para jaksa agung muda, di antaranya Jampidum, Jampidsus, Jamintel, dan Jamwas. Segala hal berkaitan dengan personel yang akan dimutasi atau mendapat promosi dibahas dalam rapim dari sisi kepangkatan, kinerja, prestasi, serta integritas.

"Kalau ada anggapan bahwa itu ada unsur nepotisme, ada unsur yang bersifat subjektif, itu menurut saya tidak. Kalau mau kita lihat catatan-catatan prestasinya, ya seperti itu. Jadi perlu dicermati," imbuh Mukri. (fdn/idh)