detikNews
Rabu 13 Maret 2019, 15:35 WIB

Jakgrosir Dibangun di Tidung Kecil, Konservasi Laut Dijamin Aman

Danu Damarjati - detikNews
Jakgrosir Dibangun di Tidung Kecil, Konservasi Laut Dijamin Aman Calon lokasi Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Erik Suhardi (50) menatap lahan calon lokasi Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu. Pusat grosir itu dibangun pemerintah Jakarta supaya harga sembako di Kepulauan Seribu lebih terjangkau.

Namun sebagai pegiat pelestarian terumbu karang, Erik khawatir aktivitas Jakgrosir nanti mengusik konservasi laut yang juga ada di Tidung Kecil. Pagar seng terpasang melingkar. Di dalam pagar, pelbagai jenis pohon berdiri tanpa dedaunan. Di batang-batang pohon itu, ada kertas nama jenis pohon.

"Saya sengaja tandai pohonnya dengan nama, supaya diperhatikan. Ini pohon sukun produktif tapi dibakar sampai mati," kata Erik yang berdiri tak jauh dari sumur, Kamis (21/2/2019).

Dia masih berharap Pulau Tidung Kecil dibebaskan dari aktivitas yang berisiko merusak konservasi lingkungan laut. Menurutnya, Jakgrosir tidak cocok dibangun di sini.



"Keseharian aktivitas Jakgrosir nanti bisa merusak flora dan fauna di Pulau Tidung Kecil. Pohon bagus dirusak, burung yang harusnya jinak jadi tidak jinak, unsur alami semakin berkurang karena ada gedung. Ini yang saya sesalkan," kata Erik.

Jakgrosir Dibangun di Tidung Kecil, Konservasi Laut Dijamin AmanCalon lokasi Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil. (Danu Damarjati/detikcom)

Dia menunjukkan hamparan laut bersih tempat transplantasi terumbu karang. Tak sembarang orang bisa bersnorkeling atau menyelam di laut ini. Namun nanti bila Jakgrosir beroperasi, pulau ini bakal disibukkan dengan aktivitas bongkar muat kapal yang sandar di dermaga. Terumbu karang bisa terusik. Sampah bakal mengapung dan tercecer di sana-sini.

"Mestinya Pulau Tidung Kecil ini bukan untuk lokasi Jakgrosir, tapi untuk konservasi dan wisata edukasi bahari," kata Erik.



Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP), Darjamuni, menjelaskan kepada detikcom, instansinya punya tanah sekitar 5 hektare untuk pusat konservasi dan ekologi laut di Pulau Tidung Kecil. Pulau ini sendiri punya luas 14,45 hektare. Lahan calon lokasi Jakgrosir bukan berada pada lahan konservasi laut milik instansinya, melainkan berada pada lahan milik Kabupaten Kepulauan Seribu di pulau ini.

"Cuma kami mengimbau, karena akan ada aktivitas bongkar muat di dermaga, jadi kita harus sama-sama merawat lah (konservasi di Pulau Tidung Kecil)," kata Darjamuni, Selasa (12/3/2019).



Kawasan konservasi itu dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Budidadya dan Konservasi Laut. Kawasan itu kemudian menjadi lokasi agrowisata supaya bisa memberi edukasi sekaligus menarik minat wisatawan. Darjamuni yakin keberadaan Jakgrosir tidak akan mengusik konservasi laut di pulau ini.

Jakgrosir Dibangun di Tidung Kecil, Konservasi Laut Dijamin AmanErik Suhardi pelestari terumbu karang, di Pulau Tidung Kecill. (Danu Damarjati/detikcom)

"Tidak memasuki kawasan konservasi kami. Memang ada terumbu karang di depannya, tapi dermaganya tidak, karena pelabuhan sudah ada alurnya sendiri," kata Darjamuni menjawab kekhawatiran.

Jakgrosir di sini akan dibangun di atas lahan seluas 60 x 50 meter. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya adalah pihak yang menangani pembangunan ini. Keberadaan JakGrosir akan membantu warga dengan ekonomi terbatas memperoleh pangan dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau, tanpa ada kesenjangan harga terlalu jauh dengan di darat. Seluruh pedagang wilayah Kepulauan Seribu bisa belanja barang dagangannya di Jakgrosir Pulau Tidung Kecil nantinya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan pembangunan Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil telah dimulai sejak pengujung Februari lalu. Soal penjagaan area konservasi, dia menjamin Jakgrosir tak akan merusak lingkungan. Konservasi dijamin tetap aman.

"Kita kan grosir buat pedagang, tidak ada hubungannya dengan laut itu sendiri. Bongkar muat di dermaga, lokasinya tidak berdekatan dengan kawasan konservasi terumbu karang," kata Arief Nasrudin mengklarifikasi.



Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) selaku pemilik konservasi juga sudah menyetujui pembangunan Jakgrosir. Lagipula, Jakgrosir dibangun bukan di kawasan konservasi milik DKPKP melainkan di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Dia juga menjamin aktivitas Jakgrosir tidak menghasilkan banyak limbah yang mencemari lingkungan.

"Sebelum bulan puasa, bulan Mei, Insyaallah Jakgrosir di Pulau Tidung Kecil sudah beroperasi. Kita memang janjikan sebelum bulan puasa supaya harga di Pulau Seribu stabil," kata Arief.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad juga berharap Jakgrosir bisa mengatasi masalah yang selama ini masih ada di Kepulauan Seribu: kesenjangan harga kebutuhan pokok antara di kepulauan dengan di daratan kota Jakarta.

"Semua kebutuhan sehari-hari masyarakat, sembako akan tersedia di sana, sehingga masyarakat nanti akan bisa belanja di sana. Persiapannya sudah matang sekali," kata Husein Murad.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.


(dnu/fjp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com