Hakim yang Ditusuk Kolonel Irfan Dimakamkan, Putrinya Pingsan
Kamis, 22 Sep 2005 11:00 WIB
Surabaya - Hakim Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Jawa Timur, Ahmad Taufiq dimakamkan sekitar pukul 10.30 WIB. Saat jenazah korban penusukan oleh Kolonel (Laut) M. Irfan Jumroni itu akan dimakamkan, putri sulung korban nyaris pingsan. Suasana haru tampak menyelimuti sesaat sebelum jenazah dibawa dari rumah duka di Mananggal, Surabaya sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (22/9/2005). Ratusan orang tampak berkumpul di rumah korban untuk mengantarkan kepergian Taufiq ke pemakaman. Saat jenazah dibawa dari rumah duka menuju Pemakaman Islam Mananggal, Surabaya, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari kediamaan korban, putri sulung Taufiq, Pinda Fauziah (19) nyaris pingsan. Dia sangat terpukul atas meninggalnya ayahnya. Pinda akhirnya dibopong oleh kerabatnya menuju pemakaman. Istri Taufiq, Ny Endang Sunaryati juga tampak terpukul. Kesedihan sangat tampak di wajahnya saat jenazah dimasukkan ke liang lahat. Air mata juga terus membahasi pipinya. Namun, Endang tetap tabah. Jenazah Taufiq dimakamkan sekitar pukul 10.20 WIB. Pemakaman Taufiq diikuti oleh para tetangga, kerabat, keluarga, dan juga teman-teman almarhum di PA Sidoarjo. Juga tampak Wakil Ketua PA Jawa Timur, Kusno. Salah seorang hakim yang sebelumnya menyidangkan kasus gono gini Kolonel Irfan bersama almarhum, M Thoha, juga tampak menghadiri pemakaman. Taufiq meninggal dunia setelah ditusuk oleh Kolonel Irfan seusai pembacaan putusan kasus pembagian gono gini antara Irfan dengan mantan istrinya, Eka Suhartini di ruang sidang PA Sidoarjo. Saat itu, Taufiq ingin melerai penusukan Irfan terhadap Eka Suhartini. Namun, Taufiq malah diserang Irfan yang saat itu sedang kalap. Eka Suhartini juga tewas akibat tusukan sangkur itu.
(asy/)











































