BPK Diminta Lebih Agresif dalam Mengaudit Setneg

BPK Diminta Lebih Agresif dalam Mengaudit Setneg

- detikNews
Kamis, 22 Sep 2005 10:36 WIB
Jakarta - Sekian puluh tahun Sekretariat Negara (Setneg) menjadi lembaga yang sakral dan tidak pernah tersentuh siapa pun. Namun kini, Setneg pun perlu diaudit. Oleh sebab itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perlu lebih agresif dalam mengaudit."Bisa jadi BPK masih memiliki metode lama yang ewuh pekewuh terhadap lembaga yang pernah menjadi lembaga sakral dan untouchable di era Soeharto," kata Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Almuzammil Yusuf kepada detikcom, Kamis (22/9/2005).Menurutnya, apa pun alasan dari BPK yang mengaku sulit mengaudit Setneg menunjukkan bahwa kedua lembaga itu tidak memiliki komunikasi yang baik. Karenanya komunikasi antardua pimpinan lembaga itu perlu ditingkatkan."Hanya saja, Ketua BPK perlu lebih agresif menjalankan tugasnya, sehingga audit tidak tertunda sekian lama," ujar Almuzammil.Selain itu, pihak Setneg pun perlu memiliki sikap yang lebih peka terhadap tuntutan BPK dan masyarakat untuk memberikan kelancaran proses audit tanpa diminta.Sebelumnya, Ketua BPK Anwar Nasution mengaku bahwa pelaksanaan audit atas Setneg terganjal oleh kurang lancarnya pasokan dokumen yang dibutuhkan. Meski demikian, BPK mengaku sudah dapat mengatasi masalah tersebut. Namun akibat keterlambatan ini, rencana pelaporan hasil audit Setneg ke Kejaksaan Agung yang direncanakan September ini belum juga terealisir. (san/)


Berita Terkait