"Perolehan suara untuk capres nomor satu itu 70 persen. Yakin, dengan catatan semua partai politik ini bergerak," ucap Wakil Ketua DPD PDIP NTB Ruslan Turmuzi, di kantornya, Mataram, Selasa (12/3/2019).
Ruslan mengatakan pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya mendapatkan 28 persen suara di NTB. Namun pada Pilpres 2019, lanjutnya, kondisi akan berbalik.
Kantor DPD PDIP NTB (Foto: Harianto/detikcom) |
"Sekarang ini kan kondisinya terbalik. Ada tiga indikator parameternya, sehingga kita berkeyakinan bisa merubah komposisi itu," katanya.
Lebih lanjut Ruslan mengurai alasan jika Jokowi saat ini adalah capres petahana. Kebijakannya sudah dirasakan masyarakat NTB. Jokowi juga berkali-kali datang menyapa warga dan seolah-olah sudah menjadi program utama.
Selain itu, pada Pilpres 2019 ini, sejumlah parpol beserta tokoh-tokoh politik juga mengalihkan dukungan kepada Jokowi. Beberapa hal tersebut jadi modal keyakinan Jokowi-Ma'ruf unggul jauh atas Prabowo-Sandiaga Uno di NTB.
"Nah, ini yang menyebabkan, sehingga nanti bisa terbalik suara itu," pungkasnya. (jbr/jbr)












































Kantor DPD PDIP NTB (Foto: Harianto/detikcom)