DetikNews
Selasa 12 Maret 2019, 16:58 WIB

Serang Partai Nasionalis, PSI Dinilai Berupaya 'Kanibal' Koalisi Jokowi

Tsarina Maharani - detikNews
Serang Partai Nasionalis, PSI Dinilai Berupaya Kanibal Koalisi Jokowi Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melemparkan 'serangan' ke partai nasionalis, termasuk kepada partai yang tergabung di koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Serangan itu pun ditanggapi partai-partai koalisi Jokowi.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyebut ada 'kanibalisme politik' di dalam tubuh koalisi Jokowi. Sebab, menurut dia, PSI sedang berusaha merebut suara dari partai lain di koalisi Jokowi.

"PSI tahu bahwa pangsa pasar pemilihnya itu hanya ada di sesama pemilih partai dalam aliansi pemilih Jokowi. Jadi ini secara istilah semacam 'kanibalisme politik'," kata Rico kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).
Rico menjelaskan strategi 'kanibal' ini memang harus dilakukan PSI demi meraup suara. Alasannya, gelaran Pemilu 2019 sudah makin dekat.

"Untuk menaikkan suaranya suka tidak suka PSI harus mengambil sesama pemilih partai nasionalis dalam koalisi pendukung Jokowi," tutur Rico.

"Menurut survei ya, sayangnya suara PSI belum cukup. Sehingga strategi ini mereka pilih mengingat pileg sudah sangat dekat," imbuh dia.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengungkapkan 'dosa-dosa' partai nasionalis, termasuk dosa partai yang tergabung di koalisi Jokowi. Grace menyebut partai nasional memiliki pekerjaan rumah yang tidak pernah diselesaikan.

Dirangkum detikcom, salah satu 'dosa' partai nasionalis yang disebutkan Grace ditujukan kepada mereka yang mendukung perda agama. Ia mempertanyakan sikap partai politik terhadap kasus Meliana di Tanjung Balai.

"Ke mana kalian--partai nasionalis--pada September 2018 ketika Ibu Meliana, korban persekusi yang rumahnya dibakar pada saat dia dan anak-anaknya ada di dalamnya, justru divonis bersalah penjara dua tahun oleh pengadilan," ujar Grace seraya mengungkap upaya PSI melindungi Meliana.
"Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel Pemerintah Kota di Jambi karena adanya ancaman dan desakan sekelompok orang. Hanya PSI yang mengecam. Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes itu?" lanjut dia.

Selain itu, Grace menyinggung soal partai politik yang punya caleg eks koruptor dan tidak memberikan sanksi anggota dewan yang suka bolos. Ia menegaskan hanya PSI yang tak mencalegkan mantan koruptor.

"Hanya PSI yang secara terbuka, tanpa mahar. Kandidat kami diuji oleh para tokoh independen dan berintegritas seperti Pak Mahfud Md, Pak Bibit Samar Rianto, Ibu Marie Elka Pangestu dan tokoh-tokoh lainnya. Seleksi yang ketat telah menghasilkan para caleg berkualitas," kata Grace.
'Serangan' Grace ditanggapi sejumlah partai koalisi Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya PDI Perjuangan yang menyebut PSI berlebihan dan kurang informasi.

"Mungkin partai baru ini kurang informasi. Dalam kasus-kasus tertentu terlihat genit atau lebai," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.


Simak Juga Ketika Politisi Muda PSI Vs PAN Adu Gagasan soal Pendidikan Indonesia:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed