detikNews
Selasa 12 Maret 2019, 16:08 WIB

Tengku Zul Minta Maaf soal RUU PKS, BPN: Harus Berhati-hati

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Tengku Zul Minta Maaf soal RUU PKS, BPN: Harus Berhati-hati Nasir Djamil (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain minta maaf dan mencabut tuduhannya soal pemerintah melegalkan zina lewat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau para tokoh hati-hati berbicara.

"Prinsipnya, semua orang harus berhati-hati. Kami mengimbau kepada semua, kalau memang belum mengetahui pokok persoalan lebih baik menghindari memberikan opini. Apalagi kalau opini itu kemudian menyalahkan pihak sana-sini," kata anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN, Nasir Djamil, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).





Nasir mengatakan saat ini RUU PKS masih dalam tahap pembahasan DPR dengan pemerintah. Dia meminta semua pihak tak asal beropini mengenai RUU PKS karena berpotensi menimbulkan suasana tidak kondusif.

"Karena akan membuat suasana tidak kondusif. Isunya apalagi ini sensitif. Jadi sebaiknya diserahkan saja kepada ahlinya, dalam hal ini DPR yang akan membahas bersama pemerintah," tutur anggota Komisi III DPR F-PKS itu.

Namun, di lain sisi, Nasir mengaku bisa memaklumi ceramah Tengku Zul terkait RUU PKS itu. Mengapa?






"Wajar kalau beliau khawatir ada suatu RUU yang menurut dia tidak sejalan dengan keyakinan atau norma agama yang dia yakini," ucap Nasir.

Karena itu, menurut Nasir, Tengku Zul tak perlu meminta maaf langsung kepada Presiden Joko Widodo seperti yang diminta TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mengatakan permintaan maaf Tengku Zul sudah cukup.

"Saya kembalikan saja kepada Tengku Zul ya, menyikapi permintaan TKN. Kalau Tengku Zul sudah menyampaikan permintaan maaf kan sudah cukup sebetulnya," kata Nasir.

"Dia menyampaikan maaf dan sudah diketahui publik. Karena kan pendapat beliau tidak ditujukan ke Presiden Jokowi," imbuh dia.

Diberitakan, Ustaz Tengku Zulkarnain minta maaf dan mencabut tuduhannya bahwa pemerintah melegalkan zina lewat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Permintaan maaf itu disampaikan lewat akun Twitter @ustadtengkuzul.






"Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah," cuit Ustaz Tengku.

Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, menyatakan pihaknya menerima saja permintaan maaf Ustaz Tengku. Hanya, dia berharap Ustaz Tengku minta maaf langsung kepada Presiden Jokowi.

"Ustad @ustadtengkuzul sy secara pribadi memaafkan. Tapi akibat pernyataan Ustadz, banyak orang yang percaya atas pernyataan itu sehingga mrk memfitnah Pak @jokowi dgn isu2 yg tidak benar. Bukan hanya melalui twitter tp ceramah juga di masjid2 itu! Minta maaf ke Pak Jokowi!!!!Ace Hasan Syadzily added," tulis Ace membalas cuitan Ustaz Tengku.


Simak Juga 'Korban Pelecehan Dewas BPJS-TK Minta RUU PKS Disahkan':

[Gambas:Video 20detik]


(azr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com