DetikNews
Senin 11 Maret 2019, 19:27 WIB

Soal Debat Cawapres, BPN: Sandi Tak akan Menyerang, tapi Beberkan Fakta BPJS

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Soal Debat Cawapres, BPN: Sandi Tak akan Menyerang, tapi Beberkan Fakta BPJS Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan sang cawapres tak akan tampil menyerang dalam debat ketiga nanti. Sandiaga disebut akan lebih banyak membeberkan fakta.

"Sandi tidak akan menyerang, tapi Sandi akan membeberkan, ini faktanya, solusi kami ini, solusi kami jelas, tegas, adil dan pro kepada bisnis juga. Tidak semata mengedepankan kebijakan populisme yang sebetulnya itu membuat negara jauh sekali berkurang," kata Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Fakta yang dimaksud Mardani terkait dengan permasalahan BPJS Kesehatan yang, menurutnya, kedodoran. Kebijakan tidak adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan disebut Mardani sebagai pencitraan seperti pada kebijakan harga BBM.

"Fakta harus diungkap ya bahwa BPJS luar biasa kedodorannya. Saya ketemu beberapa masyarakat kesehatan, mereka punya tagline '2019 Ganti BPJS'. Ketawa saya. Alasannya jelas, secara struktural problem ketika tidak ada kenaikan iuran tapi atas nama pencitraan, tidak. Bleeding-nya luar biasa," ungkap Mardani.

"BPJS ini sama seperti kebijakan BBM kita, yang atas dasar pencitraan, bleeding nggak kenapa gitu keuangan negara. Makanya kalau Menteri Keuangan boleh teriak, sebenarnya teriak lebih kencang ya, tetapi buat saya ini justru menunjukkan betapa masyarakat perlu fakta yang sebenarnya," imbuhnya.


Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, cawapres Sandiaga Uno akan membahas topik tentang BPJS, kesejahteraan guru, dan OK OCE dalam debat ketiga Pilpres 2019.

Selain BPJS, Sandiaga akan membahas kesejahteraan dokter hingga apoteker. Sandiaga berjanji, jika terpilih, akan mengalokasikan dana untuk program pencegahan penyakit.

"Kami memastikan kesejahteraan para petugas kesehatan dari dokter hingga apoteker agar mereka lebih bisa mendapatkan tingkat penghasilan yang cukup," tuturnya.

"Kami kedepankan program promotif-preventif, yaitu program akan mengalokasikan anggaran yang cukup mencegah penyakit, bukan hanya mengobati, rehabilitatif, tapi bagaimana mencegah penyakit itu dengan pola hidup sehat," terang Sandiaga.
(azr/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed