Pertamina Segel SPBU dan APMS Nakal di Riau

Pertamina Segel SPBU dan APMS Nakal di Riau

- detikNews
Kamis, 22 Sep 2005 00:59 WIB
Pekanbaru - Aksi tindak tegas terhadap kejahatan BBM terus ditunjukkan Pertamina. Wira Pemasaran Wilayah I Pertamina Riau, melakukan penyegelan terhadap satu unit SPBU di Pekanbaru dan dua unit Agen Premium Minyak Solar (APMS) di dua kabupaten. Ketiganya terbukti melakukan penjualan tidak sesuai dengan ketentuan.Kepala Unit Pemasaran Wilayah I Pertamina Riau, Gandhi Sriwododo, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi detikcom di Pekanbaru, Selasa (20/09/2005) malam.Gandhi menjelaskan, penutupan terhadap pom bensin di Desa Muara Fajar Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, berdasarkan laporan dari masyarakat. Dimana laporan yang diterima pihak Pertamina, SBPU dengan Nomor 14.282.610, melakukan pengisian solar ke drum yang diangkut truk. Akibarnya, antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU ini tidak terhindarkan."Kami memberikan skorsing selama 3 bulan ke depan dengan tidak memberikan jatah minyak sola," tegas Gandhi.Ia menambahkan aksi serupa juga dilakukan terhadap 2 unit APMS. Agen ini berfungsi penyaluran BBM di perdesaan. Kedua unit pembantu pemasaran yang ditutup adalah, APMS di Kabupaten Bengkalis, milik Haji Abdullah. Sedangkan satu unit lagi, APMS di Kabupaten Rokan Hilir-Riau."Kita juga mendapat laporan dari masyarakat tentang prilaku nakal kedua APMS yang menjual BBM di atas harga normal," tambahnya.Mengaku Dibeli AparatMenurut Gandhi, atas penutupan SPBU di Pekanbaru itu, pemiliknya melayangkan surat keberatan. Alasannya, mereka terpaksa melakukan penjualan solar ke truk pengangkut drum, karena dipaksa oknum TNI. Berdasarkan itulah, pihak SPBU terpaksa melayani pengisian ke dalam drum.Namun, pihak Pertamina Riau tidak percaya begitu saja dengan argumantasi yang dilayangkan pihak pengusaha. Untuk membuktikan adanya oknum tersebut, pihak Pertamina meminta pihak SPBU untuk mencatat siapa oknum dan untuk keperluan apa solar sebanyak itu."Jika pihak pengelola tidak bisa membuktikan itu, maka kami tetap melakukan skorsing selama tiga bulan ke depan," kata Gandhi.Jika aparat TNI atau kepolisian membutuhkan BBM dalam jumlah besar, Pertamina akan memberikan kemudahan. "Tapi tentunya harus ada surat resmi untuk kebutuhan apa dan dari kesatuan mana," jelas Gandhi. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads