detikNews
Senin 11 Maret 2019, 11:49 WIB

Kronologi Tergelincirnya Pesawat di Bandara Puncak Papua

Saiman - detikNews
Kronologi Tergelincirnya Pesawat di Bandara Puncak Papua Pesawat tergelincir di Bandara Ilaga, Puncak, Papua, diduga disebabkan rem yang tak berfungsi dan landasan yang licin (Foto: Dok. Istimewa)
Puncak Jaya - Pesawat twin otter yang dioperasikan PT Dabi Air Nusantara dengan registrasi PK-DPT tergelincir di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Pesawat ini membawa sembako seberat 1.270 kg.

Pesawat tergelincir pada Senin (11/3/2019) pagi tadi. Diduga pesawat tergelincir karena rem yang tidak bekerja sementara kondisi lintasan basah.


Pesawat tersebut terbang dari Bandara Moses Kilangin, Timika, Papua. Pesawat tersebut tergelincir dan keluar dari lintasan bandara.

Berikut kronologi kejadiannya:

Pukul 07.21 WIT
Pesawat PT Dabi Air Nusantara berangkat dari Bandara Moses Kilangin menuju Bandara Ilaga. Pesawat membawa bahan makanan seberat 1.270 kg.

Pukul 07.51 WIT
Pesawat mendarat di Bandara Ilaga. Pesawat tergelincir (over runway) yang disebabkan rem pesawat tidak berfungsi saat digunakan pilot. Kondisi landasan juga licin/basah. Akhirnya pesawat mengalami over runway dan menabrak tumpukan batu saat berada di ujung runway. Pesawat mengalami kerusakan pada landing gear, propeller, dan baling-baling depan.

Bagian depan pesawat mengalami kerusakanBagian depan pesawat mengalami kerusakan (Foto: Dok. Istimewa)

Pukul 07.55 WIT
Pilot Kapten Jhuda dan Kopilot Dendi Anugrah berhasil menghentikan pesawat dan keluar dari pesawat dengan selamat.

Pukul 08.10 WIT
Logistik dikeluarkan dari pesawat dan dibawa menuju gudang bandara untuk diperiksa.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan pihaknya telah membantu melakukan evakuasi dan memintai beberapa keterangan penyebab pesawat tergelincir. Namun untuk peristiwa ini sepenuhnya akan menyerahkan kepada pihak KNKT.

"Yang jelas kita sudah membantu melakukan evakuasi, korban maupun barang, korban dalam hal ini pilot, dari pesawat, dan selanjutnya nanti biar KNKT yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Mustofa Kamal kepada detikcom.
(jbr/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com