Usai Dirawat 2 Bulan, Kembar Siam Asal Aceh Keluar dari RS

Usai Dirawat 2 Bulan, Kembar Siam Asal Aceh Keluar dari RS

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2005 23:27 WIB
Medan - Setelah mendapat perawatan intensif pascaoperasi pada Juli 2005 silam, kembar siam asal Aceh Timur Mariana dan Mariani akhirnya diperbolehkan pulang dari RSUP Adam Malik. Dua bayi mungil ini pun terlihat ceria.Kembar siam Mariana dan Mariani keluar dari rumah sakit, Jalan Bungalau, Medan, Rabu (21/9/2005) pukul 11.00 WIB. Kembar siam dan kedua orang tuanya dijeput Asisten Kesejahteraan Sosial Kabupaten Aceh Timur, M Hanafiah. Sejumlah dokter dan perawat rumah sakit juga terlihat ikut melepas keberangkatan kembar siam tersebut."Saya senang akhirnya anak kami bisa dibawa pulang, tetapi nanti harus cek kesehatan sebulan sekali," kata Ny. Siti Aisyah, ibu sang kembar siam. Pihak rumah sakit menyatakan total biaya perawatan hingga operasi dan pemulihan kesehatan Mariana dan Mariani mencapai Rp 500 juta. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang menyatakan bersedia menanggung biaya operasi sejauh ini baru membayar Rp 100 juta. Kekurangan akan dibayar setelah Bupati Aceh Timur Azman Usmanuddin pulang dari luar kota. Operasi pemisahan Mariana dan Mariani pada 26 Juli lalu yang berlangsung selama 6 jam 35 menit. Operasi tersebut berjalan sukses dengan tenaga medis berlatar belakang bedah thorak, bedah plastik dan anastesi. Dokter-dokter itu antara lain berasal dari RS Cipto Mangunkusomo, Jakarta. Proses pemisahan itu menyangkut kulit perut dan dada yang menyatu sepanjang 44 centimeter (cm), panjang 17 cm, lebar 9 cm. Kemudian Sternum menyatu dengan panjang 3 cm dan dinding hati menyatu sekitar 8 cm, dengan lebar 7 cm.Mariana dan Mariani merupakan anak pasangan Syaiful Bahri (35) dan Siti Aisyah (30), penduduk Dusun Sukadame, Desa Bukit Drien, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur. Kembar siam itu lahir pada 21 Agustus 2004 melalui operasi caesar di RSU Cut Nyak Dien, Langsa, Aceh Timur.Saat dilahirkan, 2 bayi itu memiliki berat 1.800 gram dan panjang 41 cm. Karena terbatasnya fasilitas peralatan di RSU Cut Nyak Dien, kedua orang tuanya membawa Mariana-Mariani ke Medan untuk menjalani operasi.Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pun membantu biaya operasi karena keluarga ini kalangan tidak mampu. Sehari-hari Syaiful hanya bekerja sebagai sopir angkutan desa yang berpenghasilan antara Rp 15.000-25.000 sehari. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads