PKB Alwi Tanggapi Dingin Niat Muktamar Dibubarkan
Rabu, 21 Sep 2005 21:10 WIB
Surabaya - PKB pro Alwi Shihab menanggapi dingin ancaman kubu pendukung Muhaimin Iskandar yang akan membubarkan muktamar yang digelar pada 1-2 Oktober mendatang. Alasannya, mereka telah mengantongi ijin dari Mabes Polri."Itu jaman batu," kata Ketua DPW PKB Jawa Timur Choirul Anam saat ditemui di Graha Astra Nawa, Jl Gayungsari Timur, Surabaya, Rabu (21/9/2001).Menurut, Cak Anam demikian biasa dipanggil, pihaknya tetap akan menggelar susuai rencana semula. Bahkan semua persiapan telah tuntas. "Seminggu yang lalu surat tembusan kita sampaikan ke kepolisian," tambahnya.Ia mengaku heran dengan sikap caretaker yang ngotot meminta Polda Jatim dan pengelola Asrama Haji menolak muktamar yang akan dihadiri lebih 700 kiai dan 2000 peserta se-Indonesia itu."Ijin dari Mabes Polri sudah selesai seminggu yang lalu. Tidak ada persoalan. Apanya yang mau ditolak," ujarnya sembari tertawa.Ia menjelaskan perijinan dari Mabes Polri tembusannya sudah disampaikan ke Polda Jatim, Polwiltabes Surabaya, Polresta Timur dan Polsekta Sukolilo. "Ijin sudah kita dapat kok mereka baru nolak," aku Cak Anam. Cak Anam menyesalkan langkah caretaker yang telah mengeluarkan ancaman akan membubarkan dengan segala cara apabila muktamar tetap digelar. Ia menilai ancaman seperti itu adalah teror dan tidak pantas dilakukan. "Kalau mereka mau membubarkan ya terpaksa kita akan memperkarakan nanti. Kita lihat saja," tegasnya. Sekadar diketahui, Kantor caretaker PKB Jatim, hari ini, berdiri posko relawan anti muktamar liar. Posko ini menampung pendaftaran pendukung Gus Dur yang tidak setuju adanya muktamar kubu Alwi. Bahkan mereka mengancam akan membubarkan jika kepolisian memberikan ijin.Cak Anam menolak tudingan jika muktamar nanti dianggap sebagai sesuatu yang liar. "Liar bagaimana? Muktamar ini atas perintah kyai-kyai. Saya ini juga sejak dari nol berjuang membesarkan PKB kok seenaknya menuduh liar," ketus Cak Anam.
(ton/)











































