DetikNews
Minggu 10 Maret 2019, 16:21 WIB

Atasi Konflik, Gajah Nadya dan Meutya Dipasangi GPS

Agus Setyadi - detikNews
Atasi Konflik, Gajah Nadya dan Meutya Dipasangi GPS Pemasangan GPS di gajah. Foto: dok. BKSDA
Banda Aceh - Dua ekor gajah liar dari dua kelompok berbeda di Aceh Timur dipasangi GPS Collar. Pemasangan alat pendeteksi tersebut untuk mengetahui pergerakan satwa dilindungi tersebut serta mengatasi konflik dengan manusia.

"Kedua gajah ini merupakan kelompok gajah yang habitatnya berada di dalam atau bersinggungan dengan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Ini salah satu kawasan hutan yang luasnya mencapai 2,6 juta hektare di Aceh dan Sumatera Utara," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (10/3/2019).


Pemasangan GPS Collar pertama dilakukan pada 6 Maret di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Gajah betina dengan berat sekitar empat ton tersebut berhasil dipasang GPS Collar setelah tim BKSDA Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL) mencari hewan berjuluk "Po Meurah" selama sehari.

Petugas menemukan keberadaan kelompok gajah liar di dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Atakana Company. Setelah itu, gajah yang diberi nama Nadya itu berhasil dipasang GPS Collar.

"Gajah liar itu diberi nama Nadya karena GPS Collar tersebut merupakan sumbangan oleh Nadya Hutagalung, seorang presenter terkenal yang sangat peduli terhadap konservasi gajah," jelas Sapto.


Sementara gajah kedua dipasang GPS Collar ditemukan di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur. Gajah tersebut merupakan kelompok yang berbeda dengan Gajah Nadya.

Gajah kedua diberi nama Meutia dan berumur sekitar 20 tahun dengan berat lebih dari 2 ton. Keberadaan satwa itu ditemukan setelah tim seharian melakukan pencarian pada 9 Maret.

Menurut Sapto, pemasangan GPS Collar dilakukan untuk memberikan informasi posisi gajah secara berkala melalui satelit. Tujuannya yaitu memberi informasi posisi gajah sebelum masuk ke perkebunan atau lahan pertanian masyarakat.

"Dengan adanya GPS Collar ini maka kita akan mengetahui posisi kelompok gajah ini sehingga bisa memberikan informasi kepada masyarakat ketika gajah mulai mendekati lahan perkebunan penduduk," ujar Sapto.

Sementara itu, Koordinator Perlindungan Satwa Liar Forum Konservasi Leuser, Dedi Yansyah mengatakan, gajah yang dipasang GPS Collar itu habitatnya berada di dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Sebelum dilakukan pemasangan GPS Collar, tim sudah beberapa hari berada di lapangan untuk melacak dan mengikuti dua kelompok gajah tersebut.

"Pemasangan GPS Collar sengaja dipilih gajah betina dewasa karena gajah betina hidup berkelompok, sementara gajah jantan lebih sering hidup soliter atau sendiri," ungkap Dedi.
(agse/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed