"Saran kami patahkanlah argumen Rocky. Kalau tidak bisa mematahkan argumennya lebih baik diam aja. Bukan malah jadi menjelek-jelekkan dan membunuh karakter Rocky dengan menuduhnya tenaga kontraklah... sirkus kelilinglah dan lain-lain. Bahkan sampai dicarikan delik segala untuk membungkam Rocky," ujar juru bicara BPN, Jansen Sitindaon, Minggu (10/3/2019).
Jansen menyebut kubu 01 seharusnya banyak diisi orang pintar. Orang pintar itu disarankannya maju mematahkan dan menghadapi argumen Rocky, bukan dengan pembunuhan karakter dengan menyebut Rocky tenaga kontrak kubu 02.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jansen juga membela Rocky atas sejumlah pendapat dan kritikan ke pemerintah. Menurutnya, ini negara demokrasi.
"Jadi tak usah panas dinginlah mendengar kritik Rocky. Toh setiap kritik itu kan disampaikan Rokcy di ruang publik dan masyarakat bisa menilai sendiri menggunakan akalnya setiap apa yang disampaikan Rocky. Dan sampai saat ini faktanya apa yang disampaikan Rocky direspons positif oleh publik," sebut Jansen.
Politikus Partai Demokrat itu menyebut sebaiknya kubu 01 mengikuti seminar-seminar yang diisi Rocky.
Sebelumnya, pernyataan bahwa Rocky Gerung merupakan tenaga kontrak sirkus keliling 02 disampaikan jubir TKN Ace Hasan Syadzily. Bagi Jansen, sebaiknya Ace berdebat saja dengan Rocky untuk pembuktian kualitas.
"Untuk Bang Ace, saran kami boleh juga sesekali debat dengan Rocky. Kan banyak forum bisa jumpa di satu diskusi selama Pilpres ini kan. Ketimbang menuduh Rocky tenaga kontrak sirkus keliling. Biar nanti publik yang menilai siapa yang lebih punya narasi dan akal sehat," sebut Jansen.
"Terakhir, mengikuti narasi Ace, kalau memang benar Rocky itu seperti sirkus keliling, harusnya biarkan ajalah. Berarti kan tidak mengganggu. Ini kok malah di beberapa tempat dia dihalang-halangi, dijegal dengan berbagai cara termasuk yang mengarah ke persekusi. Katanya cuma sirkus. Kalau sirkus apa yang harus ditakutkan. Malah harusnya negara melindungi Rocky karena sudah memberi hiburan untuk rakyat," imbuh dia.
Simak Juga 'Rocky: Jokowi Cocok Jadi Kepala Keluarga, Bukan Kepala Negara':
(gbr/tor)











































