Depsos-Polri Tarik-Menarik Soal Kartu Pos Olahraga Berhadiah

Depsos-Polri Tarik-Menarik Soal Kartu Pos Olahraga Berhadiah

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2005 17:38 WIB
Jakarta - Nasib kartu pos olahraga berhadiah makin simpang-siur. Apakah akan benar-benar ditarik atau tidak. Karena antara Polri dan Depsos masih saling menunggu soal surat.Sebelumnya Depsos menyatakan masih menunggu hasil simulasi kartu pos itu dari pihak Polri. Jika dinyatakan judi, Mensos pun siap mencabut izin PT Prima Selaras, penerbit kartu pos olahraga. Sedangkan Polri malah menunggu surat pelaksanaan simulasi dari Depsos secara resmi. Padahal, Polri sudah melaksanakan simulasi itu atas desakan Komisi III DPR, tanpa permintaan resmi Depsos.Hasilnya, kartu pos tersebut mengandung unsur judi. Atas hasil ini, Polri siap merekomendasikannya dan meminta Depsos segera mencabut izinnya."Tapi kami belum menerima permintaan Menteri Sosial untuk simulasi kartu tersebut," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ariyanto Boedihardjo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2005).Tarik-menarik antara Depsos dengan Polri mengenai kartu pos ini sudah berlangsung hampir satu minggu tanpa kejelasan siapa yang harus lebih dulu bersikap aktif.Sementara, simulasi internal Polri telah menuai protes dari pencetak kartu pos olahraga berhadiah, yakni PT Prima Selaras. Perusahaan ini minta dihadirkan pada saat pelaksanaan simulasi.Menanggapi hal tersebut, Ariyanto menjelaskan, pihaknya belum menerima protes itu secara resmi. "Permintaan PT Prima itu hanya baru diajukan lewat media," ujarnya. Rencananya, kartu pos bergambar atlet itu akan beredar di seluruh Indonesia selama setahun dengan harga Rp 5.000 per lembar. Dengan membeli kartu pos, si pembeli mendapat nomor kupon yang akan diundi setiap minggu. Bagi si pemenang diiming-imingi hadiah utama Rp 1 miliar, pemenang kedua untuk tiga orang masing-masing mendapat Rp 200 juta, dan yang paling buncit 50 pemenang masing-masing mendapat Rp 2 juta.Depsos dan Kementerian Pemuda dan Olahraga beralasan kartu pos tersebut diterbitkan untuk mengembangkan olahraga dan karena prihatin atas nasib para atlet yang merana di usia tua mereka. (ary/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini