Sepertiga Warga Filipina Terpaksa Putus Sekolah
Rabu, 21 Sep 2005 16:17 WIB
Jakarta - Kemiskinan membuat banyak warga Filipina tidak bisa mengenyam pendidikan formal. Setidaknya satu dari tiga warga Filipina berusia antara 6 tahun dan 24 tahun tidak pernah bersekolah ataupun putus sekolah.Demikian menurut sebuah survei pemerintah seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/9/2005).Sekitar 11,6 juta warga Filipina, atau 34 persen dari penduduk usia 6-24 tahun di negeri itu, putus sekolah atau bahkan tidak pernah mendapat pendidikan formal sama sekali. Demikian menurut survei Kantor Statistik Nasional 2003.Sebanyak satu dari lima orang yang masuk dalam kategori itu mengatakan bahwa mereka tidak sanggup membayar biaya pendidikan yang tinggi. Tingkat bersekolah paling rendah ditemukan di wilayah Filipina selatan yang dilanda kemiskinan. Di sana hanya sekitar separuh anak-anak dan pemuda yang bersekolah ataupun kuliah.Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa satu dari 10 warga Filipina berumur antara 10 hingga 64 tahun sama sekali tidak bisa membaca dan menulis. Tingkat buta huruf di kalangan perempuan lebih tinggi, yakni 90,4 persen dibandingkan pria dengan 86,8 persen.Diketahui pula bahwa dua dari 10 warga Filipina kurang memiliki kemampuan menghitung dan tidak bisa melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian. Sebelumnya Bank Pembangunan Asia (ADB) yang berbasis di ibukota Manila memperkirakan, sekitar 41,7 persen penduduk Filipina hidup dengan hanya US$ 2 atau kurang per hari.
(ita/)











































