ADVERTISEMENT

Tol Madiun Banjir, BPN: Infrastruktur Dibangun Kajiannya Tak Matang

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 22:06 WIB
Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik banjir yang terjadi di ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono di Madiun, Jawa Timur. Menurut Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar, banjir terjadi karena kajian pembangunan infrastruktur Tol Ngawi-Kertosono tidak dilakukan dengan matang.

"Jadi sejak awal kritik kami adalah banyak infrastruktur dibangun itu inefisiensi, mis-prioritas. Artinya, kajiannya tidak matang, sehingga yang terjadi ya seperti itu," kata Dahnil di Swiss Bellresidence, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Ia mengkritik proyek yang dibangun pemerintah yang dinilai tak dibuat kajian yang mendalam. Dahnil menyebut, jika Prabowo-Sandiaga terpilih, akan memastikan proyek yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Pak Prabowo sejak awal sudah menyatakan, ketika beliau berdua jadi capres, seakan merevisi mana-mana proyek yang dianggap tidak sesuai dan mana yang sesuai," ujarnya.


Ia juga mengatakan, bila Prabowo terpilih, tidak akan membangun infrastruktur yang akan berdampak negatif bagi masyarakat sekitar, seperti banjir.

"Banyak proyek yang dibuat semerta-merta atau kajiannya tidak mendalam. Saya kira ke depan yang harus diperbaiki adalah kita ingin pastikan semua proyek infrastruktur harus didasari oleh kajian yang panjang, bukan kepentingan proyek itu sendiri. Dia harus punya dampak positif, tapi kita juga bisa mengantisipasi eksternalitis negatif kaya apa yang terjadi di Madiun. Kan eksternalitis negatif artinya tadinya daerah itu nggak pernah banjir, gara-gara tol itu jadi banjir," ujar Dahnil.


Sebelumnya diberitakan, banjir merendam ruas Tol Madiun sepanjang 1 kilometer. Banjir dengan ketinggian hampir 1 meter itu terjadi di Km 603 hingga Km 604, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo. (yld/nvl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT