Tersangka Penyelundupan BBM Bertambah Jadi 68 Orang
Rabu, 21 Sep 2005 15:52 WIB
Jakarta -
Tersangka penyelundupan BBM kian hari terus bertambah. Data Mabes Polri menyebutkan jumlah tersangka kini membengkak hingga 68 orang. Sebanyak 19 orang di antaranya merupakan karyawan Pertamina dan 6 orang lainnya adalah aparat Polri."Data ini bisa bertambah lagi," tandas Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (21/9/2005).68 Tersangka tersebut diciduk dari hasil penyelidikan Polri terhadap penyelundupan BBM di beberapa daerah, yakni Sumatera, Batam, Kalimantan Selatan, Cilacap, Bitung, Sulawesi Selatan, Manado, dan Sorong.Mengenai tindak lanjut terhadap aparat Polri yang terlibat penyelundupan BBM ini, Sutanto mengungkapkan, pihaknya tidak akan langsung mencopot mereka dari jabatannya. "Pencopotan kan harus didahului proses hukum," katanya.Yang pasti, lanjut dia, pemberantasan aksi penyelundupan BBM kini telah menunjukkan hasil signifikan. Selain mampu menjaring 68 tersangka, saat ini penyelundupan BBM di lautan juga sudah menurun drastis. "Sehingga pengawasan penyelundupan akan kita intensifkan di wilayah darat," kata dia.Sayangnya, Sutanto menolak seberapa besar penurunan penyelundupan BBM di lautan. "Kalau angka riil saya tidak bisa sebutkan secara detil," tandasnya.Penyelundupan di TangerangSementara itu berdasarkan hasil penyelidikan Polri dan Pertamina, di wilayah Tangerang diketehui telah terjadi penyelundupan sebanyak 14 juta liter minyak tanah.Indikasi tersebut diperoleh dari data Pertamina yang tidak sinkron dengan kondisi di lapangan. Setiap bulannya, kata Sutanto, Pertamina memasok minyak tanah ke wilayah Tangerang sebanyak 29 juta liter. Namun kebutuhan masyarakat Tangerang hanya 15 juta liter. Selisihnya diduga diselundupkan. Sutanto juga menuturkan, dari hasil penyelidikan di Tangerang ditemukan adanya 13 agen dan 38 pangkalan minyak tanah fiktif.
(umi/)










































