RS Sulianti Saroso Bantah Tolak Pasien Yesica

RS Sulianti Saroso Bantah Tolak Pasien Yesica

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2005 15:31 WIB
Jakarta - RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso membantah menolak seorang pasien rujukan dari RS Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Cikini, bernama Yesica Triana. Bocah berusia 2 tahun 2 bulan itu meninggal sekitar pukul 05.00 WIB, karena diduga terserang flu burung.Bantahan itu disampaikan Direktur RSPI Sulianti Saroso, dr Santoso Soeroso dalam keterangan pers di RSPI Sulianti Saroso, Jalan Sunter Permai Raya, Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara, Rabu (21/9/2005)."Kemarin kami dihubungi dokter dari RS PGI Cikini untuk menanyakan apakah ada ruangan? Tapi saya jelaskan, kapasitas ruangan di ICU cuma ada 4 bed, dengan 4 mesin alat bantu pernafasan. Tapi salah satu alat itu rusak," jelas Santoso.Menurut Santoso, kapasitas ruang ICU RSPI tadi malam sudah penuh. Sebab, sudah ada tiga pasien dirawat, yakni Mutiara Gayatri, Windi Lisa, dan almarhum Riska."Sementara, kondisi Yesica mengharuskan dia dirawat di ICU. Jadi, pada saat itu saya sampaikan agar Yesica dirawat di sana saja dulu," ungkap Santoso.Saat itu, Santoso meminta RS PGI Cikini mengambil sampel darah Yesica untuk diteliti tim litbang Departemen Kesehatan. Cara ini dilakukan untuk mengetahui apakah Yesica terkena flu burung atau tidak. "Jadi tidak benar kalau RSPI menolak pasien rujukan itu," bela Santoso.Santoso pun berharap, agar setiap rumah sakit dapat memaksimalkan penanganannya jika mendiagnosa penyakit yang cukup berat. Jadi, lanjut Santoso, RSPI akan menerima pasien yang diduga terserang flu burung, jika hasil laboratorium litbang Depkes menunjukkan positif flu burung."Karena di sini memang rumah sakit rujukanya, dan itu juga akan disesuaikan dengan kapasitas ruangan," tutur Santoso.Seperti diberitakan, RSPI Sulianti Saroso sempat menolak pasien dari Duren Sawit, Jakarta Timur itu. Menurut Manager Humas RS PGI Cikini Roosiana, penolakan RSPI Sulianti Saroso karena belum ada hasil laboratorium dan usapan tenggorokan Yesica. (ism/)


Berita Terkait