"Karena dinamika yang di sana mengharuskan kita (pemerintah) memberikan dukungan, apalagi pembangunan kita sekarang bukan Jawa centris. Yang dibangun justru di luar pulau Jawa," kata Budi Karya dalam keterangannya, Jumat (8/3/2019).
Sebab, sambung Budi, sejak tujuh era pemerintahan hanya di zaman Jokowi pembangunan infrastuktur digalakkan. Bahkan dari sisi pembangunan infrastuktur, tidak ada pemerintahan yang dapat menandingi Jokowi dalam hal membangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Dirut Angkasa Pura II ini memberi contoh kecil, yakni keputusan Jokowi membangun MRT saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya hal itu merupakan satu langkah yang berani. Pasalnya, kata Budi, syarat untuk memajukan negara harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur.
"Oleh karenanya, sampaikan kepada orang-orang bahwa pemerintah akan menuntaskan pembangunan ini dengan baik," kata Budi.
Sementara itu Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko yang hadir dalam acara itu berpesan untuk mencermati sejumlah hal. Salah satunya soal penghilangan pendidikan agama dan LGBT bakal dilegalkan.
"Ini sama sekali berpikiran tidak logis dan ini diserap orang yang berpendidikan, jangan sampai isu itu menutup keberhasilan Jokowi, ini berpengaruh di survei," kata Moeldoko.
Kemudian hal yang kedua yakni paradoks, dimana setiap isu yang dilempar kepada publik selalu bertentangan dengan fakta yang ada. Seperti harga-harga yang dikatakan melonjak namun ketika dicek semuanya stabil dan tidak ada sama sekali kenaikan.
"Terus banyak pengangguran, ternyata tidak, data BPS clear, jadi semua yang dihembuskan ternyata kebaliknnya ini harus disikapi serius," pungkas Moeldoko.
Sebanyak enam unit bus diberangkatkan ke Palembang dari Rumah Aspirasi Jokowi-Maaruf Amin di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/3).
Pelepasan mudik bareng alumni Sriwijaya ini selain dihadiri Moeldoko, ada juga beberapa artis asa Sumatera Selatan seperti Anwar Fuadi, Dwi Yan dan Roy Marten. (ega/prf)











































