Jurus Antigalau Polwan Tinggalkan Pacar demi Jadi Pasukan Perdamaian PBB

Rolando - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 13:57 WIB
Bripda Risa dan kekasih hatinya. (Rolando/detikcom)
Bripda Risa dan kekasih hatinya. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Bripda Risa bangga menjadi salah satu polisi wanita (polwan) yang tergabung dalam Kontingen Satuan Tugas Garuda Bhayangkara 11 Formed Police Unit United Nations Hybrid Operation in Darfur (FPU UNAMID). Risa akan berangkat ke Golo, Sudan, hari ini dan meninggalkan Tanah Air untuk setahun ke depan.

Risa tidak sendiri. Dia bersama 14 polwan lain termasuk dalam kontingen yang terdiri dari total 140 personel Polri tersebut.


Jurus Anti Galau Polwan Tinggalkan Pacar Demi Jadi Pasukan Perdamaian PBBPara polwan yang mengikuti pasukan perdamaian PBB. (Rolando/detikcom)

"Yang pastinya, saya bangga jadi pasukan pertama yang tergabung dalam FPU," ucap polwan asal Polda Sulawesi Tenggara tersebut di Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor, Jumat (8/3/2019).

Haru menyelimuti acara pelepasan itu karena keluarga dan orang-orang terkasih turut hadir. Tak terkecuali Risa, yang ditemani kekasih hati yang bernama Ferdi. Lalu, bagaimana setahun ke depan Risa tidak berkomunikasi dengan Ferdi karena harus bertugas, akankah galau?

"Kalau pacar, pastinya saling jaga, punya komitmen ya. Itu aja sih," ucap Risa.

Setali tiga uang, Ferdi mengaku telah memiliki komitmen bersama Risa. Meski sedih, Ferdi mengaku bangga kekasihnya bisa menjalani tugas tersebut.

"Kalau kangen, inget nama dia dan jaga diri masing-masing. Itu komitmen kita masing-masing," ucap Ferdi.

Berbeda dengan Risa, Briptu Nur Arni Ratmala Sari asal Polda Maluku Utara harus meninggalkan suami dan seorang anak. Dia mengaku menyiapkan diri dengan berdoa.

"Ya persiapannya berdoa aja, ya intinya kembali ke diri sendiri, selalu minta doa ke Allah Yang Mahakuasa, pasti selalu diberi kemudahan, kelancaran, ketenangan hati," ungkap Nur.

Jurus Anti Galau Polwan Tinggalkan Pacar Demi Jadi Pasukan Perdamaian PBBBriptu Nur bersama suami dan anaknya. (Rolando/detikcom)
Suami Nur, Wahyu, juga hadir dalam acara pelepasan tersebut. Wahyu merasa berat ditinggalkan sang istri.

"Yang pasti sih berat, berat dalam artian jauh dari istri, terus saya pribadi sebagai suami harus mengasuh anak sendiri, bisa melepas rindu dalam bentuk doa, mungkin salat. Terus secara pribadi juga istri jauh untuk karier ke depan," imbuh Wahyu. (dhn/dhn)